Usut Korupsi Buku Perpus, Kejaksaan Periksa Kadindik

Kepala Kejaksaan Negeri Mejayan Kabupaten madiun Andi Sundari
Kepala Kejaksaan Negeri Mejayan Kabupaten madiun Andi Sundari

Madiun, Memo-Tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Mejayan telah memeriksa tujuh saksi kasus dugaan korupsi pengadaan buku perpustakaan (perpus) SD senilai Rp. 1 miliar lebih. Salah satunya, kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Madiun, Suhardi.

“Penyidik sudah memanggil tujuh saksi dari internai dinas pendidikan. Pemeriksaan dalam upaya pengumpulan bukti-bukti,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Mejayan Andi Sundari, kemarin (8/7).

Saksi lain diperiksa yaitu Kepala Seksi TK/SD Adri. Suhardi berada diruang Kepala Seksi Intel Bambang Tejo sementara Adri menjalani pemeriksaan diruang Kepala Seksi Pidana Khusus.

Saat dikonfirmasi usai keluar dari ruang Kasi Intel Bambang Tejo, Suhardi mengaku hanya melakukan koordinasi. “Nggak.Nggak ono opo-opo. Cuma koordinasi saja,” katanya.

Diketahui,bau busuk pengadaan buku perpustakaan SD tahun 2012 mulai diendus Kejaksaan tahun 2013. P enyidik telah mencium indikasi kongkalikong tender dan mark up sejumlah item. Hal ini dikuatkan data hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Bahkan, kasus tersebut juga sudah dilaporkan ke Kejaksaan Agung.  (jur).

Follow Untuk Berita Up to Date