Usai Idul Adha, Pengepul Kulit Hewan Kurban Panen 

Jombang, koranmemo.com – Hari Raya Idul Adha memang sudah berlalu. Namun demikian berkah dari hari raya kurban masih dirasakan kalangan pengepul kulit mentah. Ini lantaran mereka panen kiriman yang otomatis berdampak pada meningkatnya jumlah kulit untuk menyuplai kebutuhan industri tekstil.

Setidaknya ini yang sedang dirasakan pasangan suami istri pengusaha kulit asal Jalan Cut Nyak Dien Desa Pulo Lor Kecamatan Jombang, Ibrahim Attamimi (30) dan Anisa Maria (30).“Usaha ini menang panen ketika besaran (Idul Adha, red). Persediaan (kulit) untuk industri tekstil di Sidoarjo meningkat. Kalau hari biasa dalam satu minggu 1.500 lembar kulit. Kalau besaran bisa sampai 20.000 lembar terkirim ke pabrik untuk bahan tekstil, jaket, tas dan sebagainya ,” kata Anisa, saat ditemui koranmemo.com di rumahnya, Senin (27/8) siang.

Ibu tiga anak ini menjelaskan, usaha kulit telah digeluti dengan sang suami sejak 9 tahun silam. Terinspirasi dari usaha keluarga yang memang berkecimpung di usaha kulit sapi dan jagal, membuatnya mencoba meneruskan dengan mengepul kulit dari beberapa daerah. “Pasokan kulit dari Nganjuk, Kediri, Tulungagung sama Magetan,” ujarnya.

Pengusaha berdarah Medan ini mengungkapkan, sebelum kulit-kulit dikirim ke industri, kulit hewan terlebih dahulu melalui proses penggaraman agar tetap terjaga kualitasnya.  Sebanyak 12 orang karyawan berbagi tugas untuk memisah mana kulit kambing, domba maupun sapi.

“Kulit datang dipilah dulu. Kan ada kulit kambing, domba dan sapi. Setelah itu baru proses penggaraman selama 3 hari sebelum diambil untuk industri,” tutur Anisa.

Lalu berapakah harga kulit-kulit mentah tersebut? Anisa mengungkapkan jika harga per lembar kulit kambing Rp 20 ribu. Untuk kulit domba dihargai Rp 30 ribu per lembar. Sedangkan untuk kulit sapi harga per kilogram Rp 9 ribu. “Omsetnya kalau musim besaran gini sampai ratusan juta,” pungkasnya.

Reporter Agung Pamungkas
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date