Usai Didatangi KPK, Kepala BPN Enggan Berikan Keterangan

Jombang, koranmemo.com – Lima orang petugas KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) melakukan penelusuran aset milik bupati  Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman, yang ada di Jombang dengan mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jombang, Selasa (30/1) sore.

Sejauh ini, Kepala BPN Ribut Hari Cahyono menyatakan jika petugas KPK hanya mengkonfirmasi keberadaan 27 titik aset tanah dan bangunan milik Taufiqurrahman di Jombang, tanpa memberikan keterangan rinci terkait keberadaan aset serta luas masing-masing tanah milik suami Ita Triwibawati yang juga Sekdakab Jombang tersebut.

Ketika wartawan hendak menggali informasi lebih dalam tentang aset Taufiqurrahman, pihak BPN enggan memberikan keterangan secara detail. “Kemarin itu nanya-nanya aja. Hanya penelusuran saja,” kata Ribut melalui sambungan selulernya, Rabu (31/1).

Saat kembali ditanya sejauh mana penelusuran KPK, Ribut kembali menyatakan penolakannya. “Wah, nanti (bisa) ditegur kita. Tidak boleh, Itu (sifatnya) rahasia,”singkatnya.

Selain itu, wartawan juga mencoba melakukan penelusuran terkait munculnya nama ‘Naomi’ yang juga turut disebut menjadi salah satu nama yang tertera dalam aset Taufiqurrahman.

Dalam penelusuran wartawan, diduga nama itu adalah salah satu anak dari pasangan Taufiqurrahman – Ita Triwibawati. Ini seperti yang diungkapkan salah satu sumber yang ditemui wartawan di Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek, dimana salah satu rumah Taufiq – Ita berada di kawasan tersebut.

“Kata temannya, sepertinya Naomi itu nama anak Pak Taufiq (Taufiqurrahman),” ujar sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak disebutkan itu kepada wartawan, Rabu (31/1) siang.

Ditanya lebih lanjut kebenaran sejumlah aset milik Taufiqurrahman yang dimungkinkan berada di desa setempat, sumber tersebut membeberkan sejumlah aset berupa sawah, namun menurutnya aset itu atas nama orang tua Taufiqurrahman.

“Ada sawah, tapi sepertinya berada di Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek, masih atas nama orang tuanya,” lanjut sumber tersebut.

Masih menurut sumber tersebut, terdapat aset berupa sawah seluas sekitar 400 bata atau lebih dari setengah hektar. Namun dijelaskan jika aset itu ada sejak Taufiqurrahman belum menjabat sebagai Bupati Nganjuk.

Sedangkan rumah mewah Taufiqurrahman bernomor 99 yang berada di Dusun Mojosongo Desa Balongbesuk Kecamatan Diwek, jarang ditempati.

“Kalau yang rumah besar (NO 99) di Dusun Mojosongo itu sering kosong kayaknya. Sepertinya, anak-anaknya tinggal di tempat kakeknya (orang tua Taufiqurrahman),” pungkas sumber tersebut.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.