Upayakan Kesenian Daerah Tetap Eksis pada Era Globalisasi

Trenggalek, koranmemo.com – Puluhan grub jaranan dari berbagai daerah mengikuti Festival Jaranan Terbuka ke 24 di Alun-alun Trenggalek, 21 Agus6 hingga 24 Agustus. Event ini bertujuan untuk melestarikan kesenian daerah yang sudah mendarah daging di masyarakat, agar terus eksis diera globalisasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Joko Irianto mengatakan, festival ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke 74 RI dan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke 825. Event ini diselenggarakan secara rutin tiap tahun. “Di tengah serbuan globalisasi dan modernisasi kesenian jaranan harus tetap eksis,” ujarnya.

Jaranan merupakan salah satu warisan kekayaan yang tidak ternilai harganya sehingga wajib dilestarikan. Saat ini penikmat kesenian jaranan telah merambah keseluruh lapisan masyarakat dan kalangan umur. “Sudah mendarah daging pada masyarakat di seluruh lapisan usia, mulai anak-anak hingga dewasa,” kata dia.

Meskipun banyak penikmat bukan berarti tak ada tantangan. Melalui kegiatan ini, dia berharap menjadi upaya agar kesenian jaranan tetap eksis di era globalisasi selain memberikan kontribusi lainnya. “Festival ini akan sangat berkontribusi untuk mewujudkan Trenggalek Meroket,” pungkasnya.

Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Agus Setyono menyebut, Pemkab Trenggalek telah menggelar festival jaranan terbuka itu sejak 24 tahun silam. “Ke 24 berarti festival ini sudah digelar selama 24 tahun. Proses yang cukup panjang,” katanya.

Festival jaranan terbuka ini dibuka untuk dua kategori umum dan pelajar. Kategori umum diikuti 36 peserta, sembilan diantaranya berasal dari luar daerah. Sementara sebanyak 22 peserta mengikuti kategori pelajar baik tingkat SD hingga SMA sederajat. “Ada pelajar dan umum,” imbuhnya.

Untuk kategori umum, nantinya dari penampilan seluruh peserta akan dipilih 10 penyaji terbaik Turonggo Yakso dan 10 penyaji terbaik non Turonggo Yakso, dua penata tari dan dua penata iringan. “Untuk pelajar diambil lima penata tari dan lima penata iringan dari SD hingga SMA sederajat,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date