Upacara Adat Bersih Dam Bagong Untuk Kenang Ki Ageng Menak Sopal

Trenggalek, koranmemo.com – Para petani di Kabupaten Trenggalek menggelar upacara adat Bersih Dam Bagong setiap tahunnya. Upacara adat itu dilakukan dengan melempar kepala kerbau ke dalam sebuah Dam (waduk kecil) Bagong. Tujuannya, untuk mengenang jasa Ki Ageng Menak Sopal yang berhasil membangun pusat irigasi persawahan.

Prosesi upacara adat atau yang lebih dikenal dengan Nyadran tersebut dilakukan oleh para petani di kawasan Dam Bagong, Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

Sebelum dilempar ke dalam dam, terlebih dahulu potongan kepala kerbau dan beberapa bagian tubuh kerbau diarak keliling kampung menuju makam sesepuh Trenggalek, Ki Ageng Menak Sopal dan selanjutnya dilakuan berbagai prosesi seremonial.

“Ini adalah bentuk rasa syukur para petani, sekaligus penghormatan kepada Ki Ageng Menak Sopal yang sudah membangun Dam sehingga bisa dimanfaatkan oleh ribuan petani di wilayah Trenggalek,” kata juru Kunci Makam Menak Sopal, Naim.

Menurutnya, selain larung kepala kerbau, sejumlah prosesi lain juga digelar di kawasan makam Menak Sopal, diantaranya adalah pagelaran wayang ruwat serta selamatan dan doa bersama.

Acara yang paling ditunggu-tunggu ribuan masyarakat yang hadir adalah prosesi pelemparan kepala kerbau serta aneka tulang dan kulit kerbau ke dalam Dam Bagong. Sejumlah warga yang telah menunggu di dasar dam langsung menceburkan diri ke dalam dam untuk mencari potongan kepala kerbau maupun kulit dan tulangnya.

Lebih lanjut Naim menjelaskan, kepala kerbau yang di lempar tersebut merupakan simbol dari pengorbanan, sekaligus pengganti kepala gajah putih yang konon dahulu digunakan untuk prasyarat proses pembangunan dam.

Dalam legenda yang diceritakan secara turun-temurun, saat membangun waduk kecil tersebut, Menak sopal selalu mengalami kegagalan. Atas saran dari gurunya ia pun di minta untuk mengorbankan sekor gajah putih.

“Ki Ageng Menak Sopal ini kalau di Trenggalek dikenal sebagai sosok pahlawan pertanian, karena jasanya dalam membangun dam, saat ini manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya para petani di Kecamatan Trenggalek dan Pogalan,” imbuhnya.

Editor:  Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date