Unik, Ada Tambal Ban Online di Kediri

Kediri, koranmemo.com-Jasa tambal ban online di Kediri mulai menarik perhatian masyarakat. Ini terlihat dari banyaknya konsumen yang sudah menggunakan jasa tambal ban yang dapat diakses secara online. Meskipun terbilang unik, namun tambal ban secara online ini di nilai memberi kemudahan konsumen yang bingung mencari lokasi tambal ban, saat ban motornya bocor di tengah jalan.

Tri Agus Tavia, pemilik tambal ban online Kediri mengatakan, ide menekuni usaha tambal ban online itu timbul tanpa kesengajaan. Pengalaman kurang mengenakkan bersama istrinya ketika mencari tukang tambal ban saat ban motornya bocor menjadi awal terbentuknya peluang usaha yang terbilang unik itu.

“Saya pernah kesulitan mencari tukang tambal ban ketika ban motor saya bocor, sehingga kami harus berjalan kaki. Padahal ketika itu isteri saya hamil tua. Itu awal mula terbentuknya ide usaha ini,” jelasnya, saat di temui di rumahnya di Kelurahan Ngronggo Kecamatan/Kota Kediri, Senin (11/6).

Meskipun usaha yang dirintis masih berjalan dalam hitungan minggu, namun peluang usaha yang memanfaatkan teknologi terkini ini mendapat sambutan positif. Setiap harinya, pria asal Kelurahan Kaliombo Kecamatan/Kota Kediri ini mengaku mendapatkan orderan dua hingga empat konsumen di wilayah Kediri.

“Untuk sementara Kota Kediri dan sekitarnya. Sekitar radius 10 kilometer dari titik nolnya. Titik nolnya kami ibaratkan di Alun-Alun Kota Kediri. Kalau harga menyesuaikan lokasi dan jarak tempuh. Normalnya Rp 15 ribu untuk sekali tambal ban khusus tubeles,” kata bapak tiga anak itu.

Jono Tavia, sapaan akrab pemilik usaha ‘Om Jon’ ini mengaku, sebelum memutuskan berubah haluan menjadi usaha tambal ban online, dia menekuni jasa pengiriman barang. Namun karena beberapa faktor dan pertimbangan lainnya, dia memutuskan untuk beralih profesi.

“Sudah berjalan sejak 2015 silam, dulu jasa pengiriman barang, ekspedisi. Kalau sekarang lebih fokusnya ke tambal ban online. Jadi untuk jasa pengiriman barang sifatnya insidentil. Kalau untuk tambal ban online sendiri masih berjalan sekitar satu hingga dua mingguan,” kata dia.

Dengan dibantu dua rekannya, untuk saat ini dia mengaku hanya melayani panggilan tambal ban online hingga pukul 21.00 WIB. Keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) serta tenaga operasional menjadi alasan tambal ban online ini belum bisa melayani konsumen hingga 24 jam.

“Nantinya kami ingin usaha ini dapat melayani konsumen hingga 24 jam. Namun sementara masih kami batasi hingga pukul 21.00 WIB. Karena keterbatasan sarpras dan tenaga operasional. Itu juga yang membuat kami sementara saat ini fokus pada ban tubeles,” jelasnya.

Untuk proses mendapatkan layanan tambal ban secara online ini cukup mudah. Dia menyebut, konsumen tinggal menelepon nomor yang sudah tersedia. Kemudian menunjukkan jenis motor dan alamat yang akan dituju oleh operator tambal ban online.

“Jadi kami yang mendatangi lokasi konsumen dan menambalnya di lokasi secara langsung. Mungkin itu yang menjadi nilai tersendiri bagi konsumen. Apalagi saat konsumen mengalami ban bocor di jalan yang jauh dari pemukiman,” pungkasnya.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date