Ungkap Jaringan Pengedar Sabu, Sita Barang Bukti 21,85 Gram

Jombang, koranmemo.com – Petugas Unit II Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang mengungkap jaringan pengedar narkotika jenis sabu-sabu, Selasa (21/11) pagi. Dari sini petugas menangkap tiga orang yang terlibat dalam peredaran barang terlarang tersebut serta menyita barang bukti sabu dengan total 21,85 gram dan beberapa barang bukti lainnya.

Ketiga orang yang ditangkap yakni Purwilujeng alias Wilujeng (38), ibu rumah tangga asal Desa Tengaran Kecamatan Peterongan, M Indi Agung (21) kuli bangunan serta Romy Anggraini alias Rany (25), penjual es degan, keduanya beralamatkan di Dusun Pajaran Desa/Kecamatan Peterongan.

“Pelaku RA atau Romy Anggraini berperan sebagai bandar. Sebelumnya juga pernah dihukum dalam kasus yang sama dan ditahan di Lapas (lembaga pemasyarakatan) Klas IIB Jombang tahun 2009 selama 6 bulan dan tahun 2011 dihukum 10 bulan,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang Iptu Subadar, Rabu (22/11).

Dijelaskan, penangkapan ketiga pelaku merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh petugas dari kasus-kasus sebelumnya. Sedangkan dalam jaringan ini petugas pertama kali membekuk Wiilujeng. Berdasarkan pengakuan darinya, muncul nama Agung hingga berhasil meringkusnya.

“Nah dari Agung petugas mendapat pengakuan jika barang (sabu) diperoleh dari kakaknya bernama Romy Anggraini alias Rany yang juga langsung kita tangkap,” ujarnya.

Dari penangkapan Wilujeng, lanjutnya, petugas mendapatkan barang bukti sabu seberat 1,47 gram, seperangkat alat hisap atau bong, dua buah skrop dan tiga buah korek api.  Dari Agung petugas mendapatkan barang bukti sabu seberat 2,52 gram, seperangkat alat hisap, skrop serta sebuah korek api.

“Sedangkan dari Rany diperoleh barang bukti sabu seberat 17,86 gram, sebuah timbangan elektrik, sebuah HP (handphone), satu pak plastik klip kosong serta uang tunai Rp 150 ribu,” paparnya.

Selanjutnya ketiga pelaku dibawa ke Mapolres Jombang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Kepada tiganya dikenakan pasal yang berbeda. Untuk Wilujeng dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 131 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Untuk tersangka Agung dikenakan Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terakhir untuk Rany dikenakan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.