UNBK di Kota Kediri Hanya Perlu Mengulang

Kediri, koranmemo.com – Persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sudah siap dilakukan. Fasilitas pendukung seperti komputer dan laptop sudah disediakan di masing – masing sekolah termasuk server serta jaringan internet. Selain itu, supaya ujian berjalan lancar, pihak sekolah wajib menyiapkan genset, guru pembimbing murid anak berkebutuhan khusus (ABK) dan proktor.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi mengatakan, jika mengacu pada target Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang 100 persen pelaksanaan UNBK, persiapan di Kota Kediri untuk tingkat SMP sudah selesai dan hanya perlu melakukan pengulangan saja.“Dari tahun kemarin sudah terlaksana 100 persen, baik SMP Negeri maupun swasta. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, namun memang nilai akhir sedikit menurun. Karena masih perlu adaptasi untuk mengerjakan soal ujian di komputer. Masing – masing sekolah juga harus menyediakan genset untuk mengantisipasi kebutuhan listrik yang berlebih,” tuturnya saat dikonfirmasi, Kediri, Rabu (26/9).

Selain itu, untuk mendukung persiapan UNBK, siswa sudah mulai dibiasakan untuk mengerjakan ujian menggunakan komputer. Guru juga dituntut untuk mengubah soal ujian ke dalam format komputer, selama mengadakan ujian baik ujian tengah semester maupun ujian akhir semester dan try out. “Tujuannya sudah pasti untuk melatih adaptasi murid untuk mengerjakan soal ujian di komputer,” sahutnya.

Saat pihak sekolah melaksanakan UNBK, harus ada proktor (pihak yang ditunjuk dan bertanggung jawab mengendalikan server di sekolah) sehingga ujian dapat berjalan dengan lancar. Selain proktor, guru pembimbing juga penting sebagai pendukung kelancaran sehingga murid mendapat nilai ujian yang maksimal.

“Seperti tahun lalu, ada murid yang masih bingung dalam mengoperasikan komputer karena masalah pengelihatan. Guru pembimbing wajib mendampingi sampai batas waktu ujian selesai,” jelasnya. Untuk murid inklusi, ada pendampingan khusus dari guru bimbingan konseling (BK) dengan disediakan tempat khusus sehingga tidak merasa minder sengan murid yang lain.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date