Tuntut Kesediaan Jagung, Peternak Ayam Blitar Ancam Luruk Istana Negara

Blitar, koranmemo.com – Ribuan peternak ayam se-Kabupaten Blitar mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Senin (15/10). Mereka menuntut Pemerintah menyediakan jagung yang cukup dengan harga yang wajar sesuai Kemendag, yaitu ditingkat petani Rp 3.150 dan di tingkat peternak atau konsumen Rp 4 ribu.

“Kalau dalam waktu 1 sampai 2 minggu ke depan ketersediaan jagung belum tercukupi, kita akan meluruk Istana Negara. Karena kita juga sudah ditunggu peternak lain asal Jawa Tengah, Bogor, dan Bandung,” kata Sukarman, salah satu peternak ayam Kabupaten Blitar saat diwawancara, Senin (15/10).

Sukarman menjelaskan, kenyataan di lapangan saat ini ketersediaan jagung memang langka. Makanya pihaknya tidak percaya adanya kabar di media kalau sudah ada panen jagung dan diekspor.

“Fakta di lapangan saat ini harga jagung mencapai Rp 5.300 perkilogram,” ujarnya.

Menurut Sukarman, kebutuhan jagung untuk peternak ayam di Kabupaten Blitar mencapai 1.500 ton.  Dengan kondisi langka seperti ini, peternak ayam di Kabupaten Blitar berusaha mendapat jagung seadanya, meskipun dengan harga yang mahal. Tetapi kalau terus dalam kondisi seperti ini, peternak ayam bisa bangkrut dan kolap.

“Harga telur saat ini kan sekitar Rp 15 ribu. Nah, dengan harga itu tentunya tidak sebanding dengan harga jagung yang mahal. Terpaksa beberapa peternak ayam ada yang menggunakan karak (nasi kering). Tapi resikonya membuat kualitas telur tidak baik,” pungkasnya.

Reporter arief juli prabowo

Editor Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date