Tunggu Lulusan, 2 Pemuda kediri Edarkan Dobel L | Koran Memo

Informasi dan Berita Koran Memo Seputar Kediri Nganjuk Kertosono Pare Blitar Tulungagung Trenggalek Madiun Ngawi Magetan |

dua pemuda kediri dobel LAbet (19), pelajar dan Nanang Dwi Setyo Pramono (21) kuli, keduanya warga Desa Gedangsewu Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Rabu (14/5) sekitar pukul 06.00 WIB, diringkus anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Kediri, karena diketahui nekat menjadi pengedar pil dobel l.

Informasi yang diperoleh Memo, penangkapan kedua pengedar ini bermula dari petugas Satresnarkoba yang sering menjumpai beberapa pemuda yang sedang teler. Setelah diselidiki, ternyata mereka teler akibat pil dobel l.

Selanjutnya, anggota mencari tahu identitas para pengedar dengan berpura-pura akan membeli pil. Hasilnya, petugas berhasil mengetahui identitas pengedar, yakni Abet warga Desa Gedangsewu,yang diketahui masih berstatus pelajar kelas XII salah satu SMK.Bermodal informasi itu, petugas bergegas mendatangi rumah Abet. Ketika didatangi, pemuda tersebut awalnya tidak mengaku memiliki pil dobel l. Namun setelah digeledah, petugas menemukan 310 butr pil dobel l yang disimpan di atas lemari kamarnya.

Setelah polisi menemukan pil tersebut, pemuda yang sedang menanti kelulusannya ini mengaku mendapatkan pil dari tetangganya bernama Nanang Dwi Setyo Pramono. Tidak mau membuang waktu, kemudian, petugas menuju ke rumah Nanang. Dari rumah Nanang, petugas menemukan pil dobel l sebanyak 190 butir yang disimpan di dalam tas.

Kedua tersangka berikut barang buktinya dibawa ke Mapolres Kediri, untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Dari pengakuan Abet, dirinya memperoleh pil dari Nanang dengan harga Rp 10.000 untuk setiap 10 butirnya. Sementara keterangan dari Nanang, dirinya membeli pil dari seseorang dengan harga Rp 300.000 untuk 1.000 butir pil dobel l.

Kasat Resnarkoba Polres Kediri, AKP Siswanto mengatakan penangkapan ini bermula dari maraknya pemuda yang teler akibat usai menenggak pil dobel l. “Anggota Satresnarkoba menangkap dua orang yang biasa mengedarkan pil kepada para pemuda disekitaran Desa Gedangsewu. Dari penangkapan itu, petugas berhasil menyita total 500 butir pil dobel l. Sedangkan kedua tersangka langsung kita tahan. Untuk pasal yang disangkakan adalah Pasal 196 dan Pasal 197 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun”, pungkas AKP Siswanto. (gung)

Follow Untuk Berita Up to Date