Tukang Betor Demo PN

Minta Tidak Disidang

Jombang, Koran Memo – Puluhan penarik becak motor (betor) menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Pengadilan Negeri (PN) Jombang, Rabu (16/3). Aksi ini dilakukan untuk meminta PN tidak menyidangkan perkara tilang betor, menyusul ada sekitar 28 penarik betor yang terkena tindakan langsung (tilang) dari petugas Satlantas Polres Jombang, selama digelar operasi simpatik. Mereka menganggap tilang yang dilakukan polisi cacat administrasi.

Aksi unjuk rasa puluhan penarik becak motor di PN Jombang (agung/memo)
Aksi unjuk rasa puluhan penarik becak motor di PN Jombang (agung/memo)

“Ada 28 pengemudi betor yang kena tilang dalam operasi simpatik yang digelar satlantas. Namun surat tilang tersebut kami nilai cacat administrasi. Karena nama petugas tidak ditulis, pasal dakwaan tidak jelas, serta lokasi kejadian tidak disebut dalam surat tilang. Parahnya para pengemudi betor ditilang saat parkir. Bukan saat berkendara di area kawasan tertib lalu lintas (KTL),” ujar Yulianto, korlap aksi, sembari menunjukkan sejumlah surat tilang.

Padahal, sesuai kesepakatan antara pengemudi betor dengan pihak kepolisian, lanjut Yulianto, tilang hanya dilakukan di jalur T atau KTL. Untuk di Jombang, KTL meliputi Jl KH Wahid Hasyim, Jl Ahmad Yani, serta Jl KH Abdurrahman Wahid. “Akan tetapi fakta di lapangan berbicara lain. Sejumlah pengemudi betor yang sedang parkir di Jl dr Soetomo juga tidak luput dari tilang,” tambah Yulianto.

Tak lama kemudian, sejumlah perwakilan pengemudi betor kemudian ditemui oleh Ketua PN Jombang, Putut Tri Winarko SH. Kepada massa Putut menjelaskan secara panjang lebar terkait aturan tilang. Termasuk dalam surat tilang harus dijelaskan lokasi pelanggaran, pasal dakwaan, serta nama petugas yang bertanggungjawab.

Dia kemudian memerikan surat tilang yang dibawa pendemo. “Untuk surat tilang yang lengkap secara administrasi, sesuai aturan tetap kami sidangkan tetap kita sidangkan. Karena sidang ini tidak bisa ditunda. Sedangkan yang tidak lengkap, akan kita koordinasikan lagi dengan satlantas,” ujar Putut.

Sementara itu, Joko Fatah Rachim, aktivis Aliansi Masyarakat Peduli Transparansi Hukum (AMPUTH), yang mendampingi pengemudi betor dalam aksi unjuk rasa di PN kemarin, mengancam akan mempraperadilankan tindakan polisi.“Penilangan tidak jelas. Becak langsung dibawa ke Polres Jombang. Menurut kami tindakan polisi ini cacat administrasi. Untuk itu akan kita praperadilankan Kapolres, Kapolda dan Kapolri. Gimana kinerja Kasatlantas ini. Istilahnya lebih baik dipimpin kopral macet daripada mereka yang perwira tidak mengerti apa-apa seperti ini,” pungkas Joko Fatah. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date