Tukang Becak Tewas Membusuk

Blitar, koranmemo.com –  Warga Jalan Rayung Wulan Kelurahan Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, Jumat (21/10) pukul 07.00 WIB dibuat geger dengan tewasnya Imam Suryani (53) warga yang bertempat tinggal di RT/RW 4 Kelurahan setempat. Imam yang kesehariannya menjadi tukang becak diketemukan tewas dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya.

Saroh, anak tiri korban mengatakan jika selama tiga hari korban tak pernah keluar dari dalam rumah untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Saroh semakin curiga, lantaran selama tiga hari itu ia juga tak pernah melihat lampu di rumah korban menyala. Mengetahu hal tersebut Saroh bermaksud memeriksa kondisi ayah tirinya. Ketika hendak menuju rumahnya, tepat berada didepan pintu, ia mencium bau busuk yang sangat menyengat.

Saroh menyamnpaikan hal itu ke Pohari (48) yang merupakan Kepala RT setempat. Bersama dengan beberapa warga, Pohari menuju rumah korban untuk melakukan pemeriksaan.

Alangkah terkejudnya ketika korban diketahui sudah meninggal dalam kondisi membusuk dengan kondisi tergeletak. Kemudian salah satu warga melaporkan kejadian itu pada Polsek Sukorejo Kota Blitar. “ Pertama bau busuk itu tercium oleh tetangga bapak. Kemudian saya memeriksanya. Saya sendiri hampir satu minggu tidak bertemu dengan almarhum. Memang bapak tinggal disini sendiri kurang lebih satu tahun, selain itu korban juga mempunyai riwayat penyakit darah tinggi dan asam lambung,”ucapnya.

Sementara, Kapolsek Sukorejo Kompol Agus Fauzi mengatakan pihaknya mendapatkan telepon dari Ketua RT setempat sekitar pukul 07.30 WIB. Kemudian pihaknya segera mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Disebutkan korban murni meninggal karena terjatuh dan tidak diketahui oleh warga ataupun pihak keluarga. “Menurut keterangan hidup korban memang mempunyai riwayat sakit darah tinggi dan asam lambung. Melihat kondisi mayat, kemungkinan korban sudah meninggal kurang lebih 3 hari. Kemudian jasad korban dibawa ke RS Mardiwaluya untuk dilakukan visum sekaligus dilakukan pemandian jenazah, karena tidak mungkin untuk dimandikan pihak keluarga dengan kondisi tersebut,”pungkasnya.(ase)

 

Follow Untuk Berita Up to Date