Travelling ke Pantai dan Gunung

Baiq Yuliatri Kusumardani

Kediri, koranmemo.com – Hobi travelling itu sudah biasa bagi wanita. Berkeliling dari kota ke kota atau dari negara ke negara. Tapi bagi Baiq Yuliatri Kusumardani, dia sama sekali tidak berminat berkeliling kota atau negara. Cita-citanya adalah menjelajahi seluruh gunung, pantai, dan air terjun di Indonesia.

“Kalau Indonesia selesai, baru luar negeri,” ujar wanita yang lebih akrab disapa Baiq ini.

Baiq mengaku, dari kecil memang lebih suka diajak berlibur ke wisata berbau alam dibandingkan ke tempat wisata yang banyak permainan anak-anaknya. Apalagi tempat kelahirannya, yakni Mataram, juga dikelilingi dengan daerah berpemandangan indah yang layak dijadikan obyek wisata.

“Daerah Nusa Tenggara Barat itu banyak sekali tempat bagus. Jadi dari kecil sudah diajak keliling ke tempat-tempat itu,” tutur Baiq.

Bisa dibilang, untuk wisata alam di kepulauan Nusa Tenggara dan Bali, hampir semua pernah dia kunjungi. Karena itu, setelah hijrah ke Jawa, dia ingin mengeksplor Jawa lebih sering lagi. Sayangnya, saat ini dia masih sibuk dengan kuliahnya di salah satu perguruan tinggi berbasis kesehatan di Kota Kediri.

“Tapi kalau ada liburan sebentar, pasti langsung gatal pingin main ke pantai atau ke gunung. Sementara ini sih baru yang wilayah Jawa Timur saja,” ujar wanita kelahiran 18 Juli 1993 ini.

Alasan mengapa Baiq lebih suka jalan ke pantai atau gunung dibanding city tour adalah karena menyukai tantangan. Semakin sulit jalur yang ditempuh, dia akan semakin bersemangat dan pantang menyerah sebelum mencapai lokasi.

Salah satu contohnya ketika pergi ke Kedung Tumpang di Tulungagung. Untuk mencapai lokasi, jalannya benar-benar tidak mudah. Baiq yang kesana menggunakan mobil, harus dua kali ganti ojek. Pertama karena ojek yang dia naiki tak sengaja masuk ke dalam lubang dan tak bisa keluar, dan yang kedua karena ban ojeknya tiba-tiba bocor.

Setelah itu, dia harus berjalan menuruni lereng curam dengan dibantu tali. Kalau sampai tali itu terlepas dari genggamannya, bisa-bisa jatuh berguling-guling. “Masih bisa pegangan saja berkali-kali terpeleset, apalagi kalau sampai terlepas. Nggak bisa membayangkan saya,” kenangnya.

Ketika sampai ke lokasi, dia mengaku rasa lelahnya terbayar tuntas. Bukan karena tempatnya yang super indah, namun lebih pada kepuasan hatinya. Bisa mencapai tempat yang katanya susah untuk dicapai itu benar-benar suatu kebanggaan tersendiri. “Nah itu yang saya cari. Dan hal itu tidak saya dapat kalau saya hanya sekedar city tour,” kata Baiq.

Selain kesibukannya sebagai mahasiswi semester akhir fakultas kedokteran gigi, Baiq juga aktif di dunia modelling dan fotografi. Perjalanannya ke tempat-tempat itu sekaligus dia manfaatkan untuk melakoni dua dunianya yang lain. “Travelling sekalian jadi model sekalian jadi fotografer,” ujar Baiq. (ela)

Follow Untuk Berita Up to Date