Tradisi Warga Durenan Trenggalek, Patungan Membuat Tumpeng Ketupat Untuk Dikirab 

Trenggalek, Koranmemo.com – Persiapan demi persiapan terus dilakukan warga Desa/Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek untuk menyambut kirab ketupat yang akan dilaksanakan pada Rabu (12/6). Tradisi kirab atau arak-arakan ketupat yang diselenggarakan tiap tahunnya diyakini sudah berlangsung puluhan tahun silam. Para warga akan menyumbangkan sebanyak lima ketupat untuk dikirap sebelum dikonsumsi secara beramai-ramai.

Lima ketupat dari tiap rumah warga tersebut, nantinya akan dibentuk menyerupai sebuah tumpeng. Sedikitnya, lebih dari 500 ketupat telah terkumpul dan dibentuk menyerupai sebuah tumpeng berukuran lebih dari dua meter. “Tumpengnya yang diarak nanti ada dua, yaitu tumpeng lanang dan tumpeng wadon,” kata Suharto (52) warga RT 04/RW 02 saat ditemui di rumahnya, Selasa (11/6).

Terdapat perbedaan antara tumpeng ketupat lanang dan tumpeng ketupat wadon. Untuk tumpeng ketupat lanang berisi sayur matang dan ketupat. Sementara tumpeng ketupat wadon berisi aneka hasil bumi, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. “Setahu saya ini (tradisi arak-arakan kupat,red) sudah berlangsung puluhan tahun,” ujarnya.

Ratusan ketupat itu murni berasal dari gotong royong warga setempat. Sedikitnya sebanyak 6 RT di RW 02 turut andil menyumbangkan lima ketupat untuk arak-arakan. Selain untuk keperluan kirab, tiap rumah warga juga menyediakan ketupat yang akan diberikan secara gratis. “Nanti di masing-masing rumah warga juga menyediakan ketupat. Kalau jumlahnya ketupat di tiap rumah warga berbeda,” kata Suharto.

Selain warga sekitar, tak jarang para pengunjung maupun warga luar Desa Durenan turut berbagi sukacita. Mereka dengan sengaja datang untuk melihat tradisi tersebut maupun ingin mencicipi masakan khas lebaran ketupat atau kupatan. “Siapa saja silahkan mampir. Kami justru sangat senang. Tujuan kami dengan adanya ini memang untuk bersilaturahmi,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date