Tradisi Longkangan Munjungan Digelar, Diharap Ada Genjotan PAD

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com-Longkangan merupakan upacara adat masyarakat dan nelayan di Kecamatan Munjungan. Upacara adat ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, atas melimpahnya tangkapan hasil melaut. Tradisi ini juga berfungsi peringatan kepada leluhur yang membuka kawasan Munjungan utamanya Rara Puthut yang konon oleh Ratu Pantai Selatan dipercaya menguasai kawasan Pantai Ngampiran, Blado, Sumbreng, dan Ngadipuro Munjungan.

 Adat Longkangan ini rutin diperingati di Pantai Blado yang terletak di Desa Munjungan Kecamatan Munjungan. Pantai ini terletak di 49 km arah Selatan dari Kota Trenggalek, ± 230 km dari Surabaya ini diharapakan Pemkab Trenggalek menambah angka pendapatan daerah dari sektor wisata.

Tahun 2017 ini tradisi Longkangan ini diselenggarakan pada Rabu  Kliwon tanggal 23 Agustus 2017 di Pantai Blado Desa Masaran Kecamatan Munjungan.

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak dan Wabup Moch Nur Arifin kompak mengatakan kehadirannya  di Longkangan Munjungan ini mengatakan di Trenggalek utamanya di masing-masing daerah mempunyai sejarah yang akrab dengan ritual-ritual suci. Salah satunya longkangan ini.

“ Yang jelas acara seperti ini perlu kita lestarikan, pasalnya Trenggalek ada karena memang sejarahnya seperti ini,” ucapnya.

 Bupati Emil melanjutkan,  Ini merupakan bentuk perwujudan rasa syukur masyarakat.

“Saya mohon  Allah SWT berkenan memberikan keselamatan dan kemakmuran khususnya Munjungan dan Kabupaten Trenggalek,” lanjutnya.

Dari informasi yang dihimpun, waktu pelaksanaan sedekah laut Longkangan ini dilakukan tiap Selo penanggalan Jawa, tepatnya pada hari  Kliwon. Upacara adat ini biasa dilakukan pada siang hari menjelang sore. Dengan diawali kirab Tumpeng Agung dari Pendopo Kecamatan Munjungan sampai di Pantai Blado yang dipimpin langsung oleh Camat Munjungan dan semua Kepala Desa se Kecamatan Munjungan.

Kirab ini diiringi oleh dayang-dayang serta rombongan jaranan yang berpakaian adat Jawa. Sesampainya di Pantai Blado prosesi Longkangan dimulai dengan Labuh larung sembonyo.

“Dalam tradisi longkangan ini juga wajib ada kesenian tayub untuk pelengkap prosesi ini,”ungkap bupati Emil.

Dipastikan setiap Longkangan ini digelar, masyarakat Munjungan dan sekitarnya maupun wisatawan selalu berduyung-duyung menyaksikan upacara adat ini. Baik di sepanjang jalan yang dilewati rombongan kirab maupun dilokasi upacara adat ini. Sebagai puncak acara adat longkangan ini dilakukannya prosesi menghanyutkan Tumpeng Agung di tengah lautan Pantai Blado.

Reporter : Puthut Purbantara

Editor      : Hamzah Abdillah

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz