TPID Kota Kediri Terima Studi Banding dari Kota Tangerang dan Kabupaten Sikka

Kediri, koranmemo.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri menerima studi banding dari TPID Kota Tangerang dan TPID Kabupaten Sikka, Rabu (11/9) bertempat di Command Center Balaikota Kediri. Rombongan TPID Kota Tangerang dan TPID Kabupaten Sikka diterima oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Kediri Enny Endarjati.

Keberhasilan TPID Kota Kediri dalam mengendalikan inflasi Kota Kediri hingga menjadi TPID terbaik kawasan di Jawa Bali selama tiga tahun berturut-turut menjadikan TPID Kota Tangerang dan TPID Kabupaten Sikka melakukan studi banding di Kota Kediri.

Enny Endarjati menyapa rombongan TPID Kota Tangerang dan TPID Kabupaten Sikka. Lalu memperkenalkan satu per satu anggota TPID Kota Kediri. “Selamat datang di Kota Kediri. Disini kita saling belajar. TPID Kota Kediri juga harus belajar dari TPID Kota Tangerang dan TPID Kabupaten Sikka. Nanti kita _sharing-sharing_ saja,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Barenlitbang Kota Kediri Edi Darmasto menyampaikan paparan mengenai strategi TPID Kota Kediri dalam pengendalian inflasi daerah. Lebih dulu Edi menjelaskan pertumbuhan ekonomi dan inflasi Kota Kediri. Di tahun 2013 inflasi Kota Kediri sebesar 8,05%, di tahun 2014 sebesar 7,49%, tahun 2015 sebesar 1,71%, tahun 2016 sebesar 1,3%, tahun 2017 sebesar 3,44%, dan tahun 2018 sebesar 1,97%. Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi Kota Kediri pada tahun 2013 sebesar 3,52%, tahun 2014 sebesar 5,85%, tahun 2015 sebesar 5,36%, tahun 2016 sebesar 5,54%, tahun 2017 sebesar 5,14%, dan tahun 2018 sebesar 5,42%. “Untuk pertumbuhan ekonomi Kota Kediri stabil diangka 5 dan pertumbuhan ekonomi tanpa industri rokok di tahun 2017 mencapai 7,02%. Sedangkan untuk inflasi kumulatif Kota Kediri dari bulan Januari sampai Agustus sebesar 0,93% yang merupakan terendah di Jawa Timur. Untuk inflasi bulan Mei 2019 Kota Kediri sebesar 0,05% yang terendah se-Indonesia dan pada bulan Juni 2019 sebesar 0,08% dimana ini terendah se-Jawa Timur. Pada bulan Agustus Kota Kediri deflasi sebesar 0,23% ,” jelasnya.

Edi juga membagikan ada lima kunci sukses keberhasilan TPID Kota Kediri dalam mengendalikan inflasi Kota Kediri. Pertama , adanya komitmen yang kuat dari pimpinan beserta jajarannya. Kedua , menjalankan strategi 4K (Kecukupan pasokan komoditas pangan, Keterjangkauan harga pangan, Kelancaran distribusi dan Komunikasi publik yang efektif) dengan sungguh-sungguh. Ketiga , adanya analisis yang tajam dari BI beserta TPID dalam menghadapi gejolak harga pangan dan non pangan serta merumuskan kebijakan untuk penanggulangannya. Dalam hal ini juga melibatkan BPS sebagai narasumber. Keempat , pemimpin selalu hadir ketika terjadi kesulitan masyarakat. Kelima , TPID yang solid.

Sementara untuk implementasi 4K ini ada beberapa upaya pendukung yakni pada komoditas pangan dan komoditas non pangan. Pada komoditas pangan ada beberapa upaya. Diantaranya, optimalisasi Pasar Grosir Ngronggo, pengoperasian Jembatan Brawijaya, Operasi Pasar Murni (OPM), dan ekspose data inflasi bulanan serta _press release_ . Sementara untuk beberapa kebijakan non komoditas pangan yakni kebijakan seperti kebijakan pendidikan, kebijakan transportasi, kebijakan perdagangan, kebijakan perumahan, membentuk tim ADD HOC pada saat kenaikan _administered price_ serta menjaga komunikasi publik yang baik.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sikka yang juga pemimpin rombongan Fiatornong mengatakan maksud dari studi banding ini bertujuan untuk belajar mengenai pengendalian inflasi. “Kami sebenarnya awam tentang TPID apalagi saya baru delapan bulan bergabung di TPID. Kami berharap pulang dari sini ada ilmu yang bisa kami terapkan. Kemarin kami juga sudah mengunjungi pasar induk rasanya berbeda sekali dan tatananya luar biasa. Ini bisa jadi strategi yang belum kita buat,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Kota Tangerang Meita Bachraeni. “Sebenarnya bila dilihat dari Provinsi Banten pengendalian TPID Kota Tangerang dalam kondisi stabil dan masih cukup bagus yakni berada di bawah kisaran provinsi dan nasional. Namun kalau dikaitkan dengan _award_ tingkat kota dimana _champion_ nya adalah Kota Kediri kami masih dibawah Kota Kediri sebesar 4% hingga 5% dari total nilai. Dengan tiga komponen yakni aspek proses, _output_ dan _outcome_ Kota Kediri berhasil meraih nilai _perfect_ yakni 100. Jadi kita belajar kesini,” jelasnya.

Hadir dalam kegiatan ini anggota TPID Kota Kediri, dan perwakilan BPS Kota Kediri.(Adv)

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date