TPA Sanitary Landfill Jawab Masalah Sampah Sidoarjo

Sidoarjo, koranmemo.com – Pemanfaatan sanitary landfiil dalam pemecahan permasalahan sampah di Sidoarjo dirasa merupakan solusi yang tepat.

Kabupaten Sidoarjo, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan  bekerjasama dengan pemerintah pusat melaksanakan grounbreaking pembangungan sanitary landfill di TPA Jabon, Desa Kupang Kecamatan Jabon, Jumat, (14/09)Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota IV BPK Rizal Djalil, anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dodi Krispratmadi, Direktur Alat dan Mesin Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Bustanul Arifin Caya serta Kepala Balai Besar Pendirian Organisme Pengganggu Tanaman Ditjen Tanaman Pangan Tri Susetyo tidak luput juga para Pimpinan OPD Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, selaku pimpinan daerah mengucapkan terima kasih dengan bantuan yang diberikan.

Utamanya yang berkenaan dengan TPA dengan model sanitary Landfill dalam program Emission Reduction in Cities (ERIC) Solid waste manajement programme.

Pihaknya berharap, proses pembangunan lahan seluas 28 hektare (ha) sesuai dengan rencana. “Perencanaan selesai dalam 18 bulan. Mudah – mudahan bisa selesai,” jelas pria yang akrab disapa Cak Nur itu.

Cak Nur juga memaparkan, setiap harinya, produksi sampah di Sidoarjo mencapai sebesar 900 – 1.000 ton. Menurutnya, ini angka yang cukup besar dan masalah sampah di Sidoarjo harus terselesaikan dengan baik.

“Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah penduduk 2 juta lebih saya  harap dengan adanya program penanganan sampah dengan metode sanitary landfill bisa menyelesaikannya,” harap Cak Nur.

Kabupaten Sidoarjo telah menyiapkan lahan dari yang sudah terpakai sekitar 8 ha. Saat ini pemkab sudah menambahkan lahan seluas 20 ha. “Jadi total 28 ha. Dan untuk kepentingan sanitary landfill ini dibutuhkan 14 ha, masih tersisa 6 ha,” cetusnya.

Dari terobosan program tersebut, Pemkab Sidoarjo berkeinginan masalah sampah yang ada berhasil dikelola dengan baik. Untung-untung bisa dimanfaatkan dengan manajemen yang baik sehingga mampu dikelola dan menjadi energi listrik (PLTSA).

“Kita semua berharap pembangunan sanitary landfill yang dimulai dengan groundbreaking ini kedepannya akan mampu menjawab permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Sidoarjo selama ini. Dimana kita tahu bersama permasalahan sampah ini tidak bisa ditunda – tunda harus segera terselesaikan” jelas Cak Nur.

Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  Dodi Krispratmadi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pekerjaan pembangunan TPA Sanitary landfill ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jerman.

Pekerjaan pembangunan TPA sampah Sidoarjo ini merupakan multiyear kontrak dari Tahun anggaran akhir 2018 ini hingga akhir  2019, waktu pelaksanaan 547 hari kalender oleh PT. Pembangunan Perumahan Persero.

Kondisi TPA Jabon saat ini menempati luas area 8 ha, dengan sampah yang masuk TPA Jabon sekitar 400 ton per hari, daya tampung TPA ini hanya memenuhi satu tahun saja. Disamping itu kapasitas pengelolaan lindi sudah tidak memadai lagi, sehingga tidak mampu lagi mengolah lindi yang keluar dari TPA untuk mencapai baku mutu yang berlaku.

Proses pengelolaan TPA Jabon ini kedepannya dapat melalui proses pemilahan dan komposting terlebih dahulu sehingga dapat mengurangi timbunan sampah di area landfill, dengan metode pengelolaan secara operasional dengan sanitary lanfill. Dan pembangunan area ini seluas 5,8 ha nantinya diharapkan dapat menampung sampah sampai 1.050 ton per hari dengan umur rencana 5 tahun,” jelas Dodi.

Sebelum dilaksanakan penekanan tombol tanda dimulainya groundbreaking sanitary Landfill TPA Sampah Jabon dilaksanakan penyerahan bantuan 14 unit alat pertanian yang terdiri dari tractor roda dua, cultivator, rice transplanter, power tresher, power tresher multiguna kepada kelompok tani di Kecamatan Wonoayu, Candi, Tulangan, Jabon dan Porong.

Reporter : Yudhi Ardian

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date