Tolak UU MD3, Massa Mahasiswa Gelar Demo di Depan Kantor DPR

Lumajang, koranmemo.com –¬†Sejumlah mahasiswa gabungan dari PMII, HMI dan GMNI menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lumajang, Senin (19/2/2018).

Dalam orasinya, demonstran ini melontarkan kalimat penolakan terhadap pengesahan UU MD3 oleh DPR pada Senin (12/2) lalu, yang dirasa hanya akan membawa demokrasi ini kedalam kegelepan.

Syahwal, koordinator aksi ini mengatakan, sangat menolak UU MD3. “Kami secara tegas menolak aturan yang mengkriminalisasi rakyat, setiap rakyat berhak memberikan kritikan. Menolak aturan yang mengatur pemeriksaan anggota DPR harus mendapat pertimbangan dari MKD dan dilimpahkan ke Presiden. Meminta Presiden untuk tidak menandatangi UU MD3 sebagai sikap membela rakyat. Kami mendukung setiap aksi yang didukung oleh oganisasi mahasiswa. Mendesak MK untuk menerima setiap permohonan pengujian UU MD3 dan menolaknya setelah dilakukan uji materi,” kata Syahawal.

Aksi saling dorong antara demonstran dengan petugas keamanan terjadi. Mereka menuding ketua DPRD atau perwakilannya enggan menemui demonstran.

Tak lama kemudian, aksi semakin memanas. Beberapa saat, ketua DPRD Lumajang Agus Wicaksono menemui para demonstran dan dengan nada lantang menuding – nudingkan jari telunjuk.

“Kalian jangan kurang ajar, ayo masuk perwakilan. Bukan tidak mau menemui, tapi kami masih ada rapat paripurna, kalian jangan menjelek – jelekkan dewan,” ujarnya dengan nada tinggi dihadapan para demonstran.

Tidak ada titik temu, dan hanya menambah sorakan ramai serta tegang, ketua DPRD beranjak menjauh dari demonstran.

Acungan kartu merahpun dilakukan oleh para demonstran pertanda rasa sesal dan kecewa atas sikap dan perlakuan yang mereka terima. Setelah itu, aksi bakar kertas warna merah dilakukan di tengah para demonstran.

Aksi mereda setelah beberapa waktu agak lama, perwakilan DPRD yakni ketua Komisi A DPRD Lumajang Nur Hidayati datang berjabat tangan dengan para demonstran.

Dihadapan demonstran ia berkata, pihaknya akan mendukung apa yang menjadi aspirasi rakyat. Dalam hal sikap penolakan ini akan disampaikan ke DPR RI.

“Kami perwakilan dewan, dari komisi A meminta maaf, bukannya kami tidak mau menemui, akan tetapi kami ada rapat paripurna. Kami di dalam tidak tidur. Kami di sini segenap jajaran dewan menerima adik – adik dengan baik. Kami tegaskan, jika itu menyangkut kepentingan rakyat, maka ke 50 anggota dewan disini semuanya mendukung,” tukas Nur Hidayati.

Reporter : Abd Halim, Sp

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.