Tolak Pendirian Pabrik di Area Pertanian

Nganjuk, koranmemo.com – Maraknya pembangunan pabrik di Kabupaten Nganjuk rupanya mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Pasalnya, keberadaan pabrik semacam itu dinilai mengancam lahan pertanian yang ada, dan tenaga kerja yang terserap justru berasal dari luar daerah.

Seakan tak ingin lahan pertanian terjual secara membabi buta, beberapa warga menyampaikan protesnya secara tegas. Salah satunya yang dilakukan warga Dusun Sugihwaras Desa Mlorah Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, dengan memasang poster maupun banner berisi penolakan di area persawahan. Di situ tertulis sikap masyarakat dalam menolak maraknya pembangunan pabrik di lahan pertanian mereka.

Kejengkelan serta keresahan warga kian menjadi akibat ulah para makelar tanah yang agresif  memborong lahan, dengan iming-iming harga jual tinggi. Bahkan, para makelar tak segan melakukan intimidasi dan ancaman agar warga mau melepas tanah mereka.

Dikonfirmasi wartawan, Camat Rejoso Harianto, mengaku belum pernah menerima pemberitahuan maupun surat tembusan izin pembangunan pabrik di Dusun Sugihwaras, Desa Mlorah. “Tiba-tiba sudah ada pengurukan, lalu warga ramai-ramai memasang banner penolakan,”ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada titik temu antara pihak-pihak terkait, atas polemik penjualan lahan sawah untuk pabrik. Perkara ini juga sampai menjadi pembicaraan hangat masyarakat Nganjuk, di grup diskusi media sosial. Tak tanggung-tanggung, dalam waktu singkat postingan netizen mendapat ribuan tanggapan dan ratusan komentar.

“Tanahku tanah subur, jangan kau jadikan benih2 padi menjadi benih2 besi,” tulis pemilik akun Achmat Hasannudin, dalam postingannya di grup ISN, Minggu (6/5) lalu.

Bukan hanya mengancam lahan pertanian, penolakan terhadap keberadaan pabrik ditengarai lantaran tidak serta merta membawa dampak kesejahteraan bagi masyarakat. Alih-alih dapat menampung tenaga kerja dari putra daerah, justru yang terjadi banyak menyerap tenaga kerja dari luar Nganjuk.

Dampak lain yang dirasakan adanya pabrik, lahan pertanian di sekitar lokasi menjadi tidak subur. Akibatnya, hasil pertanian menurun. Ironisnya, proses pembebasan tanah untuk dijadikan pabrik di Nganjuk tetap berlangsung.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date