Tolak Pembangunan SMPN 3 Kota Blitar, Ini Yang Dilakukan Warga

Blitar, koranmemo.com – Rencana pembangunan SMPN 3 Kota Blitar di area persawahan wilayah Kelurahan Tanggung Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar terus menuai penolakan. Aksi  penolakan kali ini dilakukan dengan cara  membuat kuburan dan memasang batu nisan, Jumat (4/8).

“Ini wujud protes kami karena lokasi yang akan dibangun gedung SMPN 3 merupakan lahan produktif  seluas 3 hektare. Lahan tersebut  menjadi tumpuan mata pencaharian kami,” kata Kusrianto (69), salah satu warga yang ikut aksi.

Selain Kusrianto para petani lainnya yang juga ikut aksi tersebut mengaku sudah enam bulan mereka tidak mempunyai penghasilan. Apalagi sejak tiga bulan lalu, lahan yang mereka kerjakan tiba-tiba diratakan dengan tanah .

“Penolakan ini bukan tanpa alasan, masalahnya ini adalah lahan penghasilan para petani di sini. Kalau lahan ini dibangun gedung kita mau hidup dari mana,” tambah Kusrianto.

Ia menerangkan, lahan persawahan seluas tiga hektare tersebut  merupakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), yang dilindungi UU No 41 Tahun 2009. Dimana dalam satu kali masa panen rata-rata didapatkan hasil sebanyak 12 ton padi.

Seperti diberitakan, Pemkot Blitar mewacanakan kepindahan gedung SMPN 3 Kota Blitar dari Jalan Soedanco Supriyadi ke Jalan Ciliwung, Kelurahan Tanggung. Rencana itu sudah melalui kajian dan juga penelitian kurang lebih selama empat tahun.

SMPN 3 Kota Blitar direlokasi karena merupakan sekolah terbesar di area monumen PETA Kota Blitar dengan jumlah siswa terbanyak. Padatnya kegiatan SMPN 3 sering menyebabkan kemacetan di Jalan Soedanco Soeprijadi. Pemkot Blitar menyiapkan anggaran Rp 90 miliar untuk pembangunan gedung SMPN 3 di Kelurahan Tanggung.

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.