Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Bakar Poster

Kediri, Memo-Sebanyak kurang lebih 80 mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Walikota Kediri untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Mahasiswa menuntut pemerintah agar mengembalikan alokasi subsidi BBM sehingga masyarakat tidak sengsara. Dalam aksi itu, mahasiswa sempat membakar bambu dan poster berisi berbagai tuntutan yang dibawanya.

Aksi demo mahasiswa itu dimulai dari gedung DPRD Kota Kediri di Jl Mayor Bismo. Setelah itu para mahasiswa long march menuju balaikota. Di Jl Diponegoro, aksi long march mahasiswa sempat memenuhi badan jalan sehingga para pengguna jalan sulit melintas. Anggota polisi yang mengawal aksi terus mengingatkan para mahasiswa agar lebih tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Sesampainya di depan balaikota, mahasiswa langsung berorasi menyampaikan tuntutannya. Mereka mengecam kebijakan kenaikan harga BBM yang dianggap menyengsarakan rakyat. “Kebijakan ini sangat merugikan rakyat sehingga harus ditolak,” teriak Findra, koordinator aksi.

Aksi mahasiswa ini ditemui langsung oleh Walikota Abdullah Abu Bakar. Walikota langsung menemui pengunjukrasa di depan gerbang balaikota. Para mahasiswa meminta walikota menandatangani pernyataan menolak kenaikan harga BBM. Selain itu, kesempatan bertemu walikota digunakan oleh para mahasiswa untuk mempertanyakan kelanjutan sejumlah proyek fisik dan program kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Walikota Abdullah Abu Bakar bersedia menandatangani tuntutan para mahasiswa. Meski begitu Mas Abu mengingatkan jika kenaikan harga BBM merupakan kebijakan pemerintah pusat. Namun pemerintah daerah akan terus menjalankan program peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai penanggulangan dampak kenaikan harga BBM.(kur)

Follow Untuk Berita Up to Date