Tolak Ganti Rugi Pemkab, Warga Waduk Bendo Kembali ke Rumah Lama

Ponorogo, koranmemo.com – Puluhan warga terdampak Waduk Bendo di Desa Ngindeng Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo

yang menolak ganti rugi membuktikan ancamanya untuk kembali ke rumah  lama. Kendati sempat bersitegang dengan petugas portal proyek bendungan, Selasa (13/3), sebanyak 30 warga dengan membawa tenda dan tas serta poster berhasil masuk ke areal pemukiman warga yang lama.

Warga pun membangun tenda, untuk menggambarkan tuntutanya atas ganti rugi lahan yang diberikan. Kordinator warga kontra ganti rugi, Didik Suyono berdalih, 80 KK dari 89 KK terdampak Waduk Bendo sudah sepakat menolak ganti rugi lahan yang diberikan, mereka pun sepakat kembali ke rumah warga.

Hal ini dibuktikan dengan surat pernyataan menolak ganti rugi lahan dari 80 KK terdampak. Aksi ini dipicu lantaran belum terbitnya sertifikat rumah baru, dan tidak jelasnya ganti rugi lahan pertanian dan perkebunan dari Pemkab.

” Kami sepakat kembali ke rumah, kami menolak semua ganti rugi yang diberikan. Ada kesepakatanya tertulis, karena ganti rugi tidak sesuai dengan aset kami,” ujarnya, Senin (12/3).

Namun kondisi internal warga pasca aksi demonstrasi di depan gedung Pemkab Ponorogo, Senin (12/3) kemarin, memanas. Pasalnya kini werga terpecah menjadi dua kubu, yakni pro dan kontra ganti rugi lahan dari Pemkab Ponorogo.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di internal Warga RT 1 RW 2 Dukuh Bendo Desa Ngindeng tercatat, dari 89 KK terdampak hanya 30 KK saja yang tidak setuju atas ganti rugi lahan yang diberikan Pemkab. Mayoritas warga terdampak sudah setuju dan menempati rumah tipe 49 dengan lahan seluas 200 meter persegi tersebut.

Umumnya, warga yang menolak ganti rugi lahan itu, lantaran lahan miliknya dulu lebih luas dari lahan yang diterimanya saat ini. ” Tidak semuanya mau ikut-ikutan menolak ganti rugi, itu cuman sebagian saja paling 30 KK yang menolak, mayoritas mau menempati rumah yang diberikan. Kita ini orang desa jadi tidak paham kalau ada provokator dari luar masuk untuk memperkeruh suasana,” ujar salah satu warga yang minta disembunyikan namanya ini, Selasa (13/3).

Hal ini dibenarkan oleh ketua paguyuban warga Bendo Misranto. Dikatakan banyaknya aksi penolakan ganti rugi itu bernuansa kepentingan pribadi. Pasalnya, Paguyuban tidak pernah diajak berembuk terlebih dahulu. Ia pun mengaku semua janji pemkab atas ganti rugi lahan mayoritas ditepati dan sesuai harapan warga.

Reporter : Zainul Rohman

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date