Tolak Direlokasi, Puluhan PK 5 Turun ke Jalan

Ponorogo, koranmemo.com – Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk memindahkan Pedagang Kaki Lima (PK 5) dari Jalan Sultan Agung ke Jalan Suromenggolo atau kawasan jalan baru Ponorogo menuai penolakan dari puluhan pedagang.

Bahkan akibat kebijakan ini, membuat 45 pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Kaki Lima (Perpek 5) Kabupaten Ponorogo menggelar unjuk rasa di sepanjang Jalan Sultan Agung Kota Ponorogo, Rabu (31/1).

Dengan membawa puluhan spanduk, bertuliskan” Tolak Relokasi”, “Kami Manusia Bukan Hewan”, puluhan pedagang yang mayoritas perempuan ini menuntut Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni membatalkan kebijakan relokasi PK 5 tersebut.

Aksi unjuk rasa PK 5 Jalan Sultan Agung ini sendiri merupakan puncak kemarahaan pedagang, setelah 4 kali melakukan mediasi dengan Pemkab Ponorogo menemui jalan buntu. Bahkan pada proses mediasi terakhir yakni, Selasa (30/1) kemarin sempat terjadi kericuhan lantaran Pemkab tetap bersikeras akan melakukan relokasi paksa terhadap PK 5 di kawasan tersebut.

Ketua Perpek 5 Ponorogo Sutrisno menuding, kebijakan Pemkab Ponorogo itu tidak manusawi, lantaran menindas rakyat kecil. Ia pun mengancam bila Pemkab tetap melakukan relokasi maka pihaknya akan menggelar aksi lebih besar lagi.

” Kami sepakat menolak relokasi!. Pemkab tidak manusaiwi ini namanya, rakyat kecil ditindak, cari nafkah diusir-usir. Di tempat yang baru itu jauh dari jangkauan pelanggan kami dan tempatnya juga tidak strategis, Pokoknya kami akan bertahan di sini, kalau ditertibkan paksa kami akan melawan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) Andien Andhanawarih berdalih, kebijakan relokasi ini untuk mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki. Pihaknya menjamin di lokasi baru omset pedagang akan lebih besar. Proses relokasi sendiri akan mulai dilakukan 1 Februari 2018 (hari ini.red).

”Bagi yang nekat berjualan di Jalan Sultan Agung akan kita tertibkan paksa, trotoar jalan harus bebas dari PK 5, sehingga trotoar kembali ke fungsinya. Proses relokasi kita mulai 1 Februrai,”pungkasnya.

Reporter: Zainul Rohman

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.