Toko Modern Menjamur, Bukti Pemkot Batu tak Lindungi Pegadang Tradisional

Share this :

Batu, koranmemo.com -Pedagang toko tradisional belakangan protes dengan makin menjamurnya toko modern di Kota Batu.Ini juga bisa dikatakan sebagai bukti bahwa Pemkot Batu tidak melindungi pedagang tradisional.

Para pemilik toko tradisional menuding proses perizinan pendirian toko modern tersebut telah melanggar Perda nomor 8 tahun 2012, tentang penataan toko modern dan perlindungan pasar tradisional.

Menurut Kepala Dusun (Kasun), Gondang Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji Khamim Tohari, para pedagang toko tradisional dewasa ini baru mengerti dan mengetahui serta menyadari kalau pendirian toko modern di Kota Batu melanggar aturan. Dampak dari adanya pelanggaran aturan itu, telah menyebabkan toko tradisional semakin terdesak.

“Itu yang terjadi sekarang ini, tidak dipenuhinya syarat pendirian toko modern sesuai dengan Perda. Akibatnya sangat berdampak pada toko tradisional milik warga yang sepi pembeli,” katanya, Jumat (12/1/18).

Dijelaskannya, datangnya protes pedagang toko tradisional tersebut kini hampir terjadi di seluruh wilayah Kota Batu. Seperti diantaranya, protes pedagang kecil dari Desa Punten dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji.

“Masyarakat mulai sadar dan mengetahui keberadaan toko modern telah mematikan toko-toko kelontong, oleh karena itu mulai banyak yang bermunculan protes dari warga sekitar, yang utamanya berdekatan dengan lokasi toko modern tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, toko modern selain melanggar Perda juga telah melanggar UU Nomor 5 tahun 1999, yang mengamanatkan tidak ada monopoli dalam perdagangan. Sementara, yang terjadi pada saat ini toko modern justru menyulap menjadi toko serba ada.

Di Kota Batu sendiri, lanjut dia, toko modern menjamur karena Pemkot Batu dinilai tidak tegas terkait dengan perizinan pendirian dan pembangunan toko modern tersebut. Seharusnya, pemerintah dan dewan harus tegas membatasi izin pendirian serta pembangunan toko modern tersebut, bukan malah membekingi terkait dengan proses perizinannya.

Untuk itu, imbuhnya pernah di Desa Tulungrejo mau dibangun toko modern. Bahkan dirinya bakal diberi uang kalau mau menyetujui pembangunannya. Namun, Khamim secara tegas menolaknya. Itu mengingat, dia masih perduli dengan para pedagang kecil yang ada di Desa Tulungrejo.

“Ya saya memang pernah didatangi oleh vendor salah satu toko modern, istilahnya kulonuwun (mohon izin-red) dulu. Mereka bermaksud akan mendirikan toko modern seperti Indomaret dan Alfamart di lingkungan saya. Tapi secara tegas, saya menolaknya. Sebab, saya perduli dengan warga di desa saya, yang sebagian banyak bermata pencaharian sebagai pedagang kecil yang memiliki toko klontong,” tegas kepala Dusun Gondang ini.

Khamim juga menambahkan, bahwasanya dari banyak keluhan para pedagang kecil terkait dengan maraknya pembangunan toko modern. Hingga kini, belum ada tindakan konkret dari Pemkot Batu dan wakil rakyat.

Reporter: Rudy

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz