Tjutjuk Sunario : 51% Warga Indonesia Dibawah Garis Miskin

Kediri, Koranmemo.com-Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Tjutjuk Sunario mengungkapkan adanya ketimpangan yang cukup besar, dimana hampir 51% masyarakat Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. Data itu disampaikan saat memberikan materi Orientasi Budaya Akademik Kemahasiswaan (OBAK) STAIN Kediri, Rabu (23/8).

Tjutjuk mengungkapkan, posisi Bangsa Indonesia saat ini yang memiliki kekayaan alam  melimpah ruah justru banyak didominasi oleh masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Politisi dari Partai Gerindra ini melihat pada data bank dunia dimana pendudukan pendudukyang berpenghasilan di bawah duadolar sehari dikategorikan kurangmampu.

“Kita harus melihat kondisi ini dengan sangat serius, tidak boleh kita memandang dengan sebelah mata saja. Karena, kita melihat luas bangsa kita dan jumlah penduduk yang terbanyak nomor  di dunia didukung dengan sumber daya alam yang melimpah ruah. Tapi, justru 51 persen penduduknya masih dibawah garis kemiskinan,” ungkapnya.

Melihat kondisi inilah, Tjutjuk mengajak para pemuda khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan di tataran masyarakat bisa bergerak untuk mengubah perekonomian bangsa Indonesia. Terlebih, perguruan tinggi berpotensi besar untuk menstimulus perekonomian dengan berkolaborasi kepada semua stakeholders.

“Inilah yang diharapkan bisa membangun karakter mahasiswa untuk meningkatkan perekonomian bangsa.Pembangunan dapat dimanfaatkan oleh gerakan mahasiswa untuk mengkapitalisasi kekuatan gerakannya agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas,” terang Tjutjuk Sunario.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim itu memang didatangkan khusus untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa baru di STAIN Kediri. Materi yang disampaikan berfokus pada peranstrategis perguruan tinggi dalam peningkatan perekonomian bangsayang disampaikan untuk menggugah semngat mahasiswa baru dalam menyikapi fenomena bisnis di Indonesia.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.