Tipu Pengusaha Rp 1,9 M, Dua Warga Banten Dibekuk

Surabaya, koranmemo.com – Dua pria dibekuk Unit Reskrim Polsek Asemrowo Surabaya lantaran melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang.Mereka adalah Alihudin (47) asal Pandeglang Banten dan Ali Imron (37), asal Serang Banten.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K., M.Si., didampingi Kapolsek Asemrowo Surabaya Kompol Achmad Faisol Amir, S.I.K., dan Kanit Reskrim AKP Syaifudin Jupri, S.H. menjelaskan, kedua tersangka ini melakukan tindak penipuan terhadap seorang pengusaha asal Sumenep Madura hingga mencapai sekitar Rp 1,9 miliar.

“Kasus tersebut, berawal pada awal 2017 lalu, ketika korban bertemu pelaku (Alihudin dan Ali Imron,red) di Surabaya. Dari pertemuan itulah korban makin akrab dengan kedua pelaku ini,” kata Kapolres AKBP Antonius Agus, Sabtu (14/7/2018).

Dijelaskan mantan Kasubdit VI Direskrimum Polda Metro Jaya, pelaku mengaku sebagai orang pintar dan bisa menggandakan uang. “Pelaku meyakinkan korban bahwa bisa membantu menggandakan uang hingga menjadi 10 kali lipat. Korban akhirnya tergiur yakin dan mau mentransfer uang kepada pelaku,” terangnya kepada koranmemo.com

Diungkapkan, korban lalu diperkenalkan dengan teman lainnya dan meyakinkan jika bisa menggandakan uang hingga berlipat-lipat. Pelaku juga mengatakan, jika uang sebesar Rp 12 juta bisa berlipatkan ganda hingga sebesar Rp120 juta.

Dikatakan, pelaku juga menjanjikan jika tidak berhasil, uang akan dikembalikan. Mendapat bujuk rayu tersebut, korban percaya begitu saja hingga mentransfer uang totalnya mencapai Rp 1,9 miliar. Namun, setelah ditunggu uang penggendaan tidak kunjung cair, korban mulai curigai.

Tapi pelaku yang ditagih sesuai kesepakatan selau tidak membuahkan hasil. Korban pun akhirnya melapor ke Mapolsek Asemrowo.BUnit Reskrim Polsek Asemrowo melakukan pengejaran dan akhirnya membekuk dua pelaku di Surabaya, pekan lalu.

Dari hasil pemeriksaan, Alihudin dan Imron berkomplotan dengan pelaku lain dalam kasus penipuan dengan modus penggandaan uang. Menurutnya, ada sekitar tiga sampai empat kelompok yang masuk dalam jaringan penipuan ini.

“Jaringan penipuan dengan modus penggandaan uang ini bermain secara berkelompok dan saat beraksi berganti-ganti. Saat ini baru dua orang yang tertangkap, kami masih melakukan pengembangan,” jelasnya.

Dikatakan, dari hasil penelusuran pada buku rekening bank milik pelaku, ada aliran dana dari beberapa orang yang masuk. Ini yang menurutnya terus ditelusuri dan diharapkan pelaku lainnya bisa ditangkap.

Dikatakan, Alihudin mengaku tidak bisa menggandakan uang. Namun, untuk meyakinkan korban, dia dan rekannya tersebut pernah menunjukkan satu kotak uang dolar Hongkong palsu kepada korban. ‘Saya terus berusaha meyakinkan bisa menggandakan uang, pernah saya tunjukkan satu kotak uang dolar Hongkong. Akhirnya korban percaya dan menyerahkan uang,” akunya tersangka Alihudin.

Agus menambahkan, bahwa uang dari korban sudah dibagi dengan teman-temannya dan sesekali dipakai buat senang-senang main ke tempat hiburan.

Kini kedua pelaku sudah dijebloskan ke penjara dan dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan barang bukti yang disita berupa, buku tabungan milik pelaku, dan handphone sebagai sarana komunikasi.

Reporter: M. Fauzi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date