Tinjau Tempat Penyulingan Miras, Ini Reaksi Kapolda Jatim

Sidoarjo, koranmemo.com – Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin meninjau lokasi tempat penyulingan minuman keras (miras) yang pernah digrebek Polresta Sidoarjo. Tempat tersebut, mampu memproduksi 7200 botol miras dalam sebulan.

Kapolda Irjen Pol. Machfudz Arifin mengapresiasi penggerebekan home industri miras oplosan yang dilakukan Polresta Sidoarjo beberapa hari lalu.

Menurutnya, jika minuman keras oplosan tersebut beredar luas bisa berakibat membahayakan kesehatan hingga menimbulkan kematian. Saat ini pihaknya berpesan untuk perangi peredaran miras.

“Dampak dari miras oplosan terbukti telah mematikan banyak manusia. Dari dulu kami menyatakan perang terhadap miras karena membahayakan kesehatan hingga bisa menimbulkan kematian,” tegasnya Sabtu (28/4/2018) saat merilis di TKP desa Janti, Kec. Tulangan Sidoarjo.

Lebih jauh Kapolda menjelaskan, komposisi miras yang dioplos para tersangka berasal dari bahan-bahan campuran yang sangat membahayakan kesehatan.

“Disuling dan dikomposisi ulang dengan racikan bahan campuran berbahaya lainnya. Seperti kayu doro putih yang diambil pahitnya ditambah pewarna dan alkohol 70 persen. Ini berbahaya bagi kesehatan,” papar Kapolda terkait metode racikan atau oplosannyam

Dari peristiwa ini, para pelaku terancam dengan hukuman 15 tahun penjara dan kalau mematikan bisa dijerat dengan pasal yang vonis hukumannya 20 tahun,” tutup Kapolda.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polresta Sidoarjo dipimpin Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji berhasil menggerebek rumah milik H. Sutanto di RT 4 RW 4 di Desa Janti, Kec. Tulangan Kab. Sidoarjo pada Kamis, (26/4/2018) malam.

Ditempat tersebut didapati beberapa botol bir dengan merk Bir Bintang dan Guinness. Diketahui di lokasi tersebut juga sebagai tempat penyulingan atau peracikan.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date