Tinjau Posko Peduli Bencana, Wali Kota Kediri: Bantuan Obat-obatan Masih Dibutuhkan

Kediri, koranmemo.com – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar meninjau Posko Peduli Bencana yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Kediri, Senin (22/10) bertempat di Dinas Sosial Kota Kediri. Walikota Kediri langsung melakukan pengecekan terhadap bantuan yang telah terkumpul. Dalam kesempatan ini Walikota Kediri juga menerima bantuan simbolis dari Kecamatan Kota yang berasal dari seluruh kelurahan di Kecamatan Kota sejumlah Rp343.964.000.

Walikota Kediri yang akrab disapa Mas Abu mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah memberikan bantuan. “Saya mewakili Pemerintah Kota Kediri mengucapkan terima kasih kepada instansi ataupun pererorangan karena sampai sat ini sumbangan yang telah terkumpul tidak hanya berupa uang yang berjumlah Rp 768.238.200 namun juga berupa pakaian dan bahan makanan,” ujarnya.

Mas Abu mengatakan bantuan yang telah terkumpul ini berasa dari 107 donatur yang terdiri dari instansi, perorangan maupun komunitas. Bantuan ini nantinya akan dikirim ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk disalurkan ke Palu, Sigi, dan Donggala. “Mengingat kondisi yang ada disana banyak jalan yang rusak maka bantuan akan disalurkan melalui Dinas Provinsi Jawa Timur. Jadi setiap daerah akan dipusatkan di Provinsi. Nanti akan kita kawal sampai dengan palu,” ungkap Mas Abu.

Orang nomor satu di Kota Kediri ini mengatakan untuk masyarakat yang akan memberikan donasinya, Posko Peduli Bencana akan terus dibuka. Karena masih banyak korban bencana yang masih mebutuhkan bantuan. “Untuk tanggap bencananya sendiri sampai tanggal 28 Oktober. Namun posko masih akan terus dibuka mengingat saat kita berkunjung ke Lombok Utara masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk recovery. Jadi masyarakat masih dapat menyalurkan donasinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Triyono Kutut Purwanto mengatakan saat ini bantuan telah banyak terkumpul seperti bahan makanan, pakaian, peralatan sholat, susu, pempers, peralatan dan mandi. Bantuan yang terkumpul untuk gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala akan dikirim melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Sebagian dari bantuan yang terkumpul juga akan disalurkan ke korban Gempa Lombok yang saat ini masih membutuhkan bantuan alat pertukangan dan obat-obatan dengan menggunakan kendaraan dari PT.Gudang Garam,Tbk.

Saat ini untuk bantuan yang masih dibutuhkan adalah obat-obatan. Jadi bagi masyarakat bisa langsung datang ke posko yang buka mulai pagi hingga sore untuk menyalurkan donasinya. Saat ini yang masih dibutuhkan adalah obat-obatan.

Untuk pengungsi dari Palu yang berada di Kota Kediri saat ini sejumlah sebelas orang. “Sampai hari ini yang datang sejumlah sebelas orang. Mereka ditampung di Kelurahan Singonegaran dan Kelurahan Pakunden. Selama di Kota Kediri mereka akan diberikan bantuan sosial” ujarnya.

Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Kediri

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar meninjau Posko Peduli Bencana yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Kediri, Senin (22/10) di Dinas Sosial Kota Kediri. Wali ikota Kediri langsung melakukan pengecekan terhadap bantuan yang telah terkumpul. Dalam kesempatan itu Wali Kota Kediri juga menerima bantuan simbolis dari Kecamatan Kota yang berasal dari seluruh kelurahan di Kecamatan Kota sejumlah Rp 343.964.000.

Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mas Abu mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah memberikan bantuan. “Saya mewakili Pemerintah Kota Kediri mengucapkan terima kasih kepada instansi ataupun pererorangan karena sampai sat ini sumbangan yang telah terkumpul tidak hanya berupa uang yang berjumlah Rp 768.238.200 namun juga berupa pakaian dan bahan makanan,” ujarnya.

Mas Abu mengatakan bantuan yang telah terkumpul ini berasal dari 107 donatur yang terdiri dari instansi, perorangan maupun komunitas. Bantuan ini nantinya akan dikirim ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk disalurkan ke Palu, Sigi, dan Donggala. “Mengingat kondisi yang ada disana banyak jalan yang rusak maka bantuan akan disalurkan melalui Dinas Provinsi Jawa Timur. Jadi setiap daerah akan dipusatkan di Provinsi. Nanti akan kita kawal sampai dengan palu,” ungkap Mas Abu.

Orang nomor satu di Kota Kediri ini mengatakan untuk masyarakat yang akan memberikan donasinya, Posko Peduli Bencana akan terus dibuka. Karena masih banyak korban bencana yang masih mebutuhkan bantuan.

“Untuk tanggap bencananya sendiri sampai tanggal 28 Oktober. Namun posko masih akan terus dibuka mengingat saat kita berkunjung ke Lombok Utara masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk recovery. Jadi masyarakat masih dapat menyalurkan donasinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Triyono Kutut Purwanto mengatakan saat ini bantuan telah banyak terkumpul seperti bahan makanan, pakaian, peralatan salat, susu, pempers, peralatan dan mandi. Bantuan yang terkumpul untuk gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala akan dikirim melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Sebagian dari bantuan yang terkumpul juga akan disalurkan ke korban Gempa Lombok yang saat ini masih membutuhkan bantuan alat pertukangan dan obat-obatan dengan menggunakan kendaraan dari PT.Gudang Garam,Tbk.

Saat ini untuk bantuan yang masih dibutuhkan adalah obat-obatan. Jadi bagi masyarakat bisa langsung datang ke posko yang buka mulai pagi hingga sore untuk menyalurkan donasinya. Saat ini yang masih dibutuhkan adalah obat-obatan.

Untuk pengungsi dari Palu yang berada di Kota Kediri saat ini sejumlah sebelas orang. “Sampai hari ini yang datang sejumlah sebelas orang. Mereka ditampung di Kelurahan Singonegaran dan Kelurahan Pakunden. Selama di Kota Kediri mereka akan diberikan bantuan sosial,” ujarnya.

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date