Tinjau Banjir Kesamben, Gubernur Jatim : Perlu Solusi Jangka Panjang

Jombang, koranmemo.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Senin (6/5) sekitar pukul 12.45 WIB, meninjau banjir yang melanda Dusun Beluk Desa Jombok Kecamatan Kesamben Jombang, yang telah terjadi sejak beberapa hari lalu dan hingga kini belum surut.

Di lokasi, gubernur menyinggung perlunya penanganan yang bersifat jangka panjang. Hanya saja, perlu proses panjang untuk melakukan hal tersebut. Salah satu solusi yang disinggung yakni pembangunan tanggul di Kali Lamong Gresik.

“Jadi teman-teman, kemarin saya ke Gresik. Hulunya ada di Kali Lamong (Gresik). Kali Lamong itu juga ada muara yang kemudian berhilir ke sini, berhilir ke Mojokerto. Lalu sini (Kesamben), salah satu penyebabnya ada sungai Watudakon yang mengalami pendangkalan dan penyempitan. Tapi mari kita cari solusi permanen, strategis dan berjangka panjang, yaitu dengan membuat tanggul di Kali Lamong,” kata Khofifah kepada awak media di lokasi.

Tanggul di Kali Lamong, menurut Khofifah, nantinya dilengkapi pintu-pintu air dengan mengatur buka tutup, sesuai kebutuhan. “Jadi pintu-pintu kapan air dibuka ke mana, kapan pintu ditutup dari mana. Sebenarnya proyek lama, dari tahun 2012,” ujar Khofifah.

Khofifah melanjutkan, hasil komunikasi terakhir dengan Menteri PUPR (Basuki Hadimuljono, red), yang mana proyek tersebut memerlukan pembebasan lahan, yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, yang daerahnya menjadi lokasi pembangunan.

“Perlu komunikasi secara persuasif kepada masyarakat yang kemungkinan tanahnya, lahannya atau bahkan rumahnya terdampak pembebasan. Jika berjalan lancar, pemerintah pusat siap membayar tahun ini juga. Jika sudah terbayar, ground breaking juga dilakukan tahun ini. Itu solusi permanen, strategis dan berjangka panjang,” paparnya.

Terpisah, Wakil Bupati Jombang Sumrambah terkait banjir Dusun Beluk Desa Jombok Kecamatan Kesamben, mengaku jika pemerintah saat ini masih melakukan pemenuhan kebutuhan dasar warga, seperti makanan, kebutuhan air bersih, dan kebutuhan MCK terpenuhi.

“Sambil menunggu surutnya air. Begitu surut, baru kita akan lakukan normalisasi,” tutup Sumrambah, saat mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Reporter Agung Pamungkas
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date