Tinggalkan Mengajar dan Fokus Terhadap Bisnis Keripik Pare

Dewi Istianah, Mantan Guru Honorer, Owner King Kress

 

Jika mendengar nama sayuran pare, pasti di benak kita adalah rasanya yang pahit. Namun di tangan Dewi Istianah, rasa pare kini tidak lagi pahit melainkan berasa gurih dan nikmat. Mantan guru honorer ini mengembangkan sayur pare sebagai salah satu cemilan keripik krispy.

 

Suasana sebuah rumah di Jalan Penanggungan gang 4 Mojoroto Kota Kediri tampak berbeda dengan rumah yang ada di sekitarnya. Puluhan kilogram sayur pare tertumpuk di depan halaman rumah. Selain itu tampak seorang pemuda sedang sibuk memasukkan keripik ke dalam sebuah wadah plastik.

Ya Selasa (6/12) sore kemari Dewi bersama salah satu karyawannya sedang melakukan pengemasan produk keripik olahannya. Mereka mengemas keripik pare dan keripik jamur dalam sebuah kemasan dengan berat 200 gram. Dewi harus segera menyelesaikan pesanan keripik yang terus datang. “Biasanya pukul 15.00 WIB sudah selesai kita produksi, namun hari ini banyak pesanan jadi kita produksi lebih banyak,” tutur perempuan berusia 38 tahun ini saat ditemui di kediamannya kemarin.

Tidak hanya Dewi dan salah satu karyawannya, Khafiz Febrian sang suami juga tampak sibuk. Pria berusia 38 tahun ini juga sedang sibuk memilah-milah jamur yang akan diproduksi. Dia membuang bonggol jamur dan memilih jamur yang kualitas bagus untuk diolah menjadi keripik. “Jamur ini harus segera diolah, jika tidak akan layu dan sulit untuk diolah,” ujar Khafiz.

Hampir satu tahun ini, Dewi dan suaminya menggeluti bisnis usaha keripik sayur pare dan jamur. Usaha ini berawal saat sang adik sering membawa pulang jamur ke rumah. Namun yang disayangkan jamur yang dibawa tersebut terbuang sia-sia karena tidak dimanfaatkan. Sejak saat itu Dewi yang bekerja sebagai guru honorer di sebuah sekolah dasar di Kota Kediri ini mencoba mengolah jamur tersebut. Mereka mencoba-coba komposisi yang tepat untuk menciptakan rasa keripik yang renyah dan gurih. Selama tiga bulan keduanya mengalami kegagalan dalam menciptakan komposisi tersebut. “Tiga bulan saya mengalami kegagalan. Pertama rasanya asin, kemudian rasanya keras, kurang gurih hingga akhirnya saya temukan komposisi yang tepat,” kenang Dewi yang telah menjadi guru honorer selama 11 tahun tersebut.

Dewi dan suaminya mencoba memasarkan keripik jamur tersebut kepada warga sekitar. Hasilnya masih sedikit orang yang meminati keripik jamur tersebut. Dewi mencoba mengembangkan tahu dan usus ayam untuk diolah menjadi keripik, namun sayang dua makanan tersebut malah minim peminat.

Dewi mencoba mencari sayuran apa yang bisa diolah menjadi keripik yang menyehatkan. Berbagai sayuran dicoba Dewi mulai dari wortel, terong, dan pare. Dari ketiga jenis sayuran tersebut Dewi menilai sayuran pare memiliki rasa yang unik dan bentuk yang menarik setelah selesai diolah. “Saya lakukan tester ke warga sekitar dan keripik pare yang paling digemari dari semua sayuran yang saya coba,” tutur Dewi.

Kendalapun dialami Dewi dalam melakukan pemasaran produk keripik olahannya. Dewi mencoba menitipkan produknya ke pusat oleh-oleh, namun sayang usaha tersebut tidak berjalan lancar. Pasalnya banyak barang yang kembali apabila tidak laku.

Bekerja sebagai guru honorer dan memegang usaha, membuat Dewi sulit konsentrasi. Sebelas tahun mengajar sebagai guru honorer akhirnya ditinggalkan Dewi dan memilih berkonsentrasi pada usahanya. Media onlinepun dilirik Dewi sebagai media promosi dan penjualan. “Saya akhirnya memutuskan berhenti mengajar dan fokus pada bisnis. Saya mulai memasarkan melalui facebook, instagram, buka lapak, dan situs jual beli lainnya,” ujar Dewi.

Keunikan mengolah pare sebagai keripik membuat banyak orang penasaran. Apalagi kandungan yang ada di sayuran pare memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Pesananpun terus berdatangan dan setiap hari Dewi bisa memproduksi lebih dari 50 kilogram pare. “Untuk pemasaran sudah sampai ke Singapura, Hongkong. Untuk di dalam negeri ada dari Sumatra, Yogyakarta, Sidoarjo, dan kota besar lainnya,” pungkasnya. (nuramid hasjim)

 

Follow Untuk Berita Up to Date