Tim Saber Pungli Kota Kediri gencar Sosialisasi

Kediri, koranmemo.com – Tim Saber Pungli Kota Kediri untuk mencegah tindakan pidana pungutan liar yang dilakukan onkum  dilingkungan Pemkot Kediri gencar melakukan sosialisasi. Tim bekerja langsung ke kantor kantor pelayanan masyarakat dan kelurahan kelurahan.

“Tim dalam melakukan sosialisasi dengan menyasar kantor-kantor pelayanan masyarakat dan kelurahan-kelurahan, di sana kan disinyalir merupakan celah untuk melakukan pungli,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana.

Lanjut Kabag Humas Pemkot Kediri upaya tersebut dilakukan Pokja Unit pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Kota Kediri dengan pemasangan baliho dan penyebaran brosur yang berisikan tentang ajakan menolak pungutan liar, serta sosialisasi tentang tim saber pungli dan sanksinya.

Salah satu bentuk yang dilakukan sosialisasi yakni di Dinas Perhubungan Kota Kediri, dalam kegiatan itu dihadirkan juga nara sumber dari kejaksaan dan Kepolisian. Sementara untuk materinya mengenai latar belakang pungutan liar, pelakunya, instansi pelayanan dan ancaman hukuman bagi pelaku

“ Para Peserta sosialisasi juntuk juga proaktif dalam upaya pencegahan pungutan liar. Mulai dengan berani mengatakan `stop pungli`, jangan memberi dan jangan menerima, serta laporkan bila menemukan praktik pungli di sekitarnya,” kata Apip

Hadir dalam kegiatan ini Inspektur Kota Kediri Maki Ali yang menjabat sebagai Wakil Ketua I UPP, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Ferry Djatmiko, dan ASN Dinas Perhubungan Kota Kediri.

Tim Saber Pungli Kota Kediri sebelumnya juga telah melakukan uji petik pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kecamatan Kota, dan RSUD Gambiran Kota Kediri. Ke depan selanjutnya sosialisasi pencegahan pungli akan dilakukan di PD Pasar Kota Kediri.

Sementara saat ini Inspektorat Kota Kediri telah menerima sebanyak 13 aduan berbagai macam kasus. Hingga Agustus 2018 jumlah aduan yang masuk semakin turun. Jika pada 2016 ada sebanyak 37-39 aduan, pada 2017 turun lagi hanya menjadi 17, dan kini pada 2018 hanya ada 13 aduan. Diharapkan hingga akhir 2018 ini hanya ada maksimal 15 aduan yang masuk.

Editor : Bambang Iswahyoedhi

Follow Untuk Berita Up to Date