Tilep Uang Ratusan Juta Rupiah, Calo CPNS Dipolisikan

Nganjuk, koranmemo.com – Eny Suryati (45) warga Perum Sima Blok D RT 14/RW 15 Desa Kwagean Kecamatan Loceret dilaporkan ke SPKT Polres Nganjuk oleh M. Zulfikar Ali Wava (30) warga Desa/Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Pasalnya, Eny Suryati diduga telah menipunya dengan dalih bisa memasukkan menjadi CPNS.

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kejadian berawal pada September 2018 sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Drs. H. Abdul Manan Zakaria, MM (62) orang tua pelapor mendapat kabar dari seorang guru, jika temannya (terlapor, red), bisa memasukkan menjadi PNS dengan beberapa persyaratan dan uang pelicin sejumlah Rp 250 juta, yang bisa diangsur.

Mendapat kabar tersebut, H. Abdul Manan Zakaria langsung memberitahu anaknya (pelapor, red) dan anaknya pun setuju untuk masuk CPNS di lingkup instansi pemerintah. Selanjutnya, pelapor pada Senin (1/10/2018) sekitar pukul 19.00 WIB datang sendirian ke rumah terlapor (Eny Suryati).

Waktu itu, dia membawa persyaratan antara lain ijazah SD sampai S-1, pasfoto, serta uang muka masuk PNS sebesar Rp 125 juta. Sesampainya di rumah perempuan yang sering dipolisikan atas kasus serupa ini, semua persyaratan termasuk uang muka tersebut diserahkan kepada terlapor.

Ketika itu, terlapor berjanji bulan Desember 2018, dipastikan M. Zulfikar Ali Wava akan menerima SK CPNS di instansi pemerintah pusat tahun 2018. Kemudian pada Rabu (21/11/2018) sekitar pukul 13.00 WIB, terlapor datang ke rumah pelapor, dengan tujuan meminta uang muka tambahan untuk pemberangkatan ke Jakarta sebesar Rp 25 juta.

Selanjutnya pada Sabtu (24/11/2018) sekitar pukul 19.00 WIB, terlapor kembali datang ke rumah pelapor untuk meminta kekurangan biaya sejumlah Rp 100 juta. Setelah menerima uang itu, terlapor kembali berjanji akan menguruskan agar pelapor secepatnya diterima masuk CPNS.

Setelah ditunggu-tunggu tak ada kabar, selanjutnya pelapor bersama bapaknya dan temannya mencari terlapor di beberapa tempat, namun tak kunjung ketemu.

Kemudian, pelapor bersama bapaknya pada Selasa (18/6/2019) sekitar pukul 19.00 WIB datang ke rumah terlapor dan bertemu orang yang katanya bisa memasukkan jadi PNS ini.

Saat itu, terlapor membuat surat pernyataan yang isinya sanggup mengembalikan uang jaminan atau uang muka CPNS tahun 2018 sejumlah Rp 250 juta yang telah diterimanya dengan kontan, Minggu (30/6/2019).

Terlapor juga berjanji apabila tidak menepati janjinya, bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku. Setelah ditunggu sampai batas perjanjian tak ada realisasinya, akhirnya kasus ini dilaporkan ke SPKT Polres Nganjuk pada Senin (8/7/2019).

Kasubbag Humas Polres Nganjuk, AKP Moh. Sudarman membenarkan pihaknya telah menerima laporan itu. Kini kasusnya masih dalam penyelidikan.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan, sementara penyidik Satreskrim Polres Nganjuk sudah memanggil beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date