Tiga Tahanan Lapas Kabur

Tulungagung, Memo – Dua tahanan dan satu narapidana (napi) lembaga permasyarakatan (lapas) kelas II B Kabupaten Tulungagung, Sabtu (13/08) sekira pukul 02.00 WIB, telah kabur dengan cara menjeblok plafon wisma Gatot Kaca 3.

Tahanan Kabur : Kepala Lapas Kelas II B Tulungagung, Wahyu Prasetyo, disaat menunjukan foto ketiga tahanan yang telah kabur (deny/memo)
Kepala Lapas Kelas II B Tulungagung, Wahyu Prasetyo, disaat menunjukan foto ketiga tahanan yang telah kabur (deny/memo)

Dua orang berstatus tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung diketahui bernama Hario Minto Nugroho (27) warga Jl KH Agus Salim Kelurahan Kenayan Kecamatan/Kabupaten Tulungagung dan Edi Kurniawan (21) warga Desa Dono Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung. Sedangkan satu orang berstatus napi yang ikut melarikan diri yakni Syaifulloh Nursadewa (33) warga Dusun Candi RT 02/RW 01 Desa Talang Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung.

“Ada tiga tahanan yang kabur. Dua tahanan dari Kejari dan satu merupakan napi lapas,” ungkap Kepala Lapas Kelas II B Tulungagung, Wahyu Prasetyo saat ditemuai diruang kerjanya, Sabtu (13/08).

Wahyu mengatakan, diketahuinya tahanan telah kabur sekitar pukul 03.30 WIB, disaat petugas melaksanakan kontrol di wisma Gatot Kaca 3 (G3), dimana wisma tersebut digunakan sebagai tempat pengasingan atau pengamanan terhadap tahanan yang merasa terancam akan keselamatannya.

“Semula ada empat penghuni disaat pengontrolan sekitar pukul 01.30 WIB. Namun, sekitar pukul 03.30 WIB kembali dikontrol ternyata tinggal satu orang,” jelasnya.

Diperkirakan ketiga tahanan yang kabur melarikan diri sekitar pukul 02.00 WIB. Karena pada saat itu cuaca sedang hujan lebat sekali. Dilihat dari jejak yang ditinggalkan, ketiga tahanan memanfaatkan pintu sel tahanan untuk memanjat yang kemudian menjebol kayu plafon yang saat itu kondisi juga sudah lapuk.

“Kemudian naik keatas berjalan ke selatan guna menghindari pemantauan petugas yang berjaga di menara. Selanjutnya, ketiganya menjebol genting dan turun ke bagian luar lapas,” terangnya.

Disaat melakukan olah tempat kejadian, tidak diketemukan adanya alat yang digunakan untuk menjebol plafon. Mungkin karena kondisi langit langit yang sudag rapuh sehingga dengan mudah untuk dijebol. “Kami langsung melaporkan ke pihak kepolisian dan pencarian dipimpin langsung oleh Wakapolres Tulungagung,” ujarnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Wakapolres Tulungagung Kompol I Gde Dewa Juliana mengatakan pihaknya langsung melakukan pencarian terhadap ketiga pelaku dengan membentuk dua tim dalam pengejaran.

“Kami sudah instruksikan ke jajaran satreskrim dan menugaskan dua tim buru sergap untuk melakukan pengejaran,” katanya dikonfirmasi melalui telepon.

Menurutnya, ketiganya merupakan residivis kasus pencurian dan pemberatan yang telah beberapa kali masuk penjara dalam kasus serupa. (den/JB

Follow Untuk Berita Up to Date