Tiga Oknum Polisi Terancam Dipecat

Blitar, koranmemo.com – Menjadi anggota Polri itu tak mudah. Namun, setelah jadi rupanya banyak anggota yang tak bisa mengemban amanah dengan baik. Akibatnya, mereka terancam bakal dipecat dari kesatuannya dengan cara tak hormat karena dianggap telah mencoreng korp baju coklat tersebut.

Ada tiga anggota Polres Blitar yang kini terancam bakal dipecat. Di antaranya, AKP Sdj, mantan kapolsek tiga kali, yang terkena kasus sabu-sabu (SS), Brigadir Ddg, anggota Sabhara Polres Blitar, yang menikah lagi, Bripka Eks, anggota Polsek Doko, yang tiga bulan berturut-turut tak masuk kantor.

“Saat ini, dua orang (Sdj dan Ddg) sedang ditahan di LP kelas II B Blitar, sambil menunggu proses persidangan terhadap kasusnya tersebut,” kata AKBP Slamet Waluya, Kapolres Blitar, Kamis (1/12) siang.

Dari tiga orang itu, menurut Slamet, satu anggota sudah divonis oleh hakim PN Blitar sebulan lalu. Yakni, Brigadir Ddg. Ia divonis empat bulan hukuman penjara karena menikah lagi. Itu terkuak setelah dilaporkan istrinya, kalau suaminya menikah lagi dan sampai punya satu anak.

“Karena ada delik aduan itu (dari istrinya) ya kami proses,” ungkapnya.

Sementara, untuk AKP Sdj itu kini masih menunggu proses persidangan setelah berkasnya dilimpahkan ke kejaksaan. Saat ini, Sdj dan Ddg, ditahan di LP kelas II B Blitar. Untuk kasus Sdj sendiri, ia digerebek anggota Propam karena diduga nyabu bersama anak buahnya di sebuah rumah di Kota Blitar. Saat diperiksa, ia tak menampik kalau lagi menikmati barang haram tersebut.

“Kalau ada anggota nakal seperti ini, kami ya nggak bisa bela apalagi melindungi. Kami sendiri, ya nggak kurang-kurang menasehatinya,” paparnya.

Sedang, satu anggota lagi, yang bernisial Bripka Eks, kini masih dalam pencarian setelah diketahui tiga bulan tak ngantor secara berturut-turut. Ia yang masih tercatat berdinas di Polsek Doko ini, kasusnya sudah ditangani Propam Polres Blitar dan berkasnya tinggal dikirim ke Bidkum (bidang hukum) Polda Jatim.

“Intinya, ketiganya terancam kami pecat karena telah melanggar kode etik profesi Polri (KEPP),” tegasnya.(rif)

 

Follow Untuk Berita Up to Date