Tiga Kali Dipalu, Mertua Terkapar Tak Bernyawa

Nganjuk, koranmemo.com – Satreskrim Polres Nganjuk menggelar reka ulang pembunuhan dengan korban Siti Munawaroh (65) warga Desa Banjaranyar Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk yang dilakukan Sud (45), menantunya. Rekontruksi ini digelar di dua tempat, Kamis (10/1/2019) pagi.

 

Kejadian pembunuhan yang menggegerkan warga ini terjadi pada 2 Desember 2018 di rumah korban. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, akhirnya petugas gabungan Unit Reskrim Polsek Warujayeng dan Satreskrim Polres Nganjuk dapat meringkus pelaku di Sidoarjo, Sabtu 8 Desember 2018 sekitar pukul 20.30 WIB.

“Korban dibunuh dengan cara dipukul dengan palu sebanyak tiga kali. Kita gelar rekontruksi ini agar mengetahui secara detil dari proses awal hingga akhir pembunuhan ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Yogi Ardi Khristanto di lokasi reka ulang.

Rasa cemburu yang membara di dada pelaku, membuatnya kalap hingga tega membunuh mertuanya dengan menggunakan palu yang dihantamkan ke kepala korban sebanyak 3 kali.

 Pantauan koranmemo.com, pelaku memerankan 30 adegan dari rumah mertuanya hingga upaya bunuh diri di rumah kontrakannya. Adegan diawali saat pelaku mengetuk pintu dapur rumah mertuanya.

Setelah pintu dibuka mertuanya, pelaku langsung menghantam kepala korban dengan palu. Melihat korban terjatu, pelaku memukul kembali kepala korban sebanyak 2 kali hingga korban meninggal dunia.

Usai menghabisi mertuanya, pelaku masuk kamar tempat penyimpanan barang untuk mengambil seitas tampar plastic. Selanjutnya pelaku meninggalkan rumah korban melalui pintu depan, setelah sebelumnya mengunci pintu dan meletakan kunci di atas jendela, lalu pergi menuju warung kontrakannya.

Sesampainya di warung kontrakan, pelaku berupaya bunuh diri. Akan tetapi upaya itu gagal lantaran tali plastik yang digunakan untuk gantung diri terputus, dan dia terjatuh hingga pingsan beberapa saat. Setelah siuman, pelaku melarikan diri ke arah utara dan ketika itu ada saksi yang mengetahuinya.

“Ada tiga puluh adegan yang diperagakan tersangka. Rekontruksi ini guna melengkapi berkas perkara dan juga untuk mencocokkan keterangan dari pelaku,” kata Yogi.

Sementara itu, Prayogo Laksono penasihat hukum tersangka mengatakan jika dari hasil rekontruksi ada celah untuk meringankan hukum pelaku, yaitu upaya penyesalan pelaku dengan percobaan gantung diri. “Tetap kita upayakan keringanan hukuman saat sidang nanti,” ujarnya.

Reporter : Muji Hartono

Follow Untuk Berita Up to Date