Tiga Bulan, 4 Orang Tewas Akibat DBD

Blitar, koranmemo.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi penyakit yang menakutkan saat datang musim hujan serta musim pergantian cuaca. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menyebutkan, terhitung Januari sampai Maret 2018 lalu, empat anak dilaporkan  meninggal dunia akibat DBD.

Krisna Yekti Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar mengatakan, rata-rata penderita DBD yang meninggal dunia berusia 5 hingga 10 tahun. “Selama Januari hingga Maret ada empat anak meninggal dunia akibat DBD,” katanya, Senin (16/4).

Menurutnya, penyebab banyaknya kasus kematian akibat DBD adalah karena penanganan yang kurang cepat dan tepat. “Mereka  baru dibawa ke rumah sakit, saat kondisinya sudah parah. Selain itu gejala DBD juga tidak terlalu dipahami oleh masyarakat sehingga saat awal-awal menyerang diduga hanya sakit panas biasa,” jelas Krisna.

Jika dilihat dari jumlah kasus, lanjut Krisna, tahun ini sebenarnya tidak mengalami kenaikan yang signifikan. “Sampai akhir bulan Maret tercatat ada 71 kasus DBD. Namun angka kematian mengalami kenaikan yang cukup tinggi,” tandasnya.

Mengantisipasi semakin bertambahnya kasus tersebut, Dinkes Kabupaten Blitar mengajak masyarakat untuk gencar melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Karena PSN adalah salah satu langkah paling efektif untuk membunuh jentik nyamuk.

“Salah satu yang paling efektif ya dengan PSN. Karena dengan PSN bisa membunuh nyamuk hingga jentiknya berbeda dengan foging yang hanya membunuh nyamuk dewasa saja,” ujar Krisna.

Krisna menambahkan, PSN untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD harus dilakukan setiap saat. Bukan hanya saat intensitas  hujan sedang tinggi.

“Nyamuk Aedes Aegypti  mengalami peningkatan perkembang biakan justru saat memasuki pergantian cuaca. Dari musim kemarau ke musim hujan, maupun dari musim hujan ke musim kemarau,” pungkasnya.

Reporter : Arief Juli Prabowo

Editor      : Muji Hartono

Follow Untuk Berita Up to Date