Tes Urine Pada 1.768 Maba Uniska

Pertama di Indonesia 

Kediri, koranmemo.com – Komitmen BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Kediri untuk memberantas narkoba di berbagai lini kehidupan masyarakat memang tidak main-main. Salah satunya, yang telah dimulai sejak tahun lalu adalah mengintegrasikan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) dalam kurikulum di berbagai jenjang pendidikan di Kota Kediri. Mereka juga dengan giat mengadakan tes urine di berbagai instansi, termasuk sekolah dan kampus. Selasa (6/9), giliran Universitas Islam Kadiri (Uniska) yang mendapat giliran untuk melaksanakan tes urine bagi para mahasiswa barunya.

Halaman depan Uniska sudah dipenuhi oleh ribuan mahasiswa baru yang mengenakan busana putih hitam sejak pagi. Kemarin adalah hari pertama bagi mereka menjadi bagian universitas yang terletak di Kelurahan Manisrenggo tersebut. Untuk menyambut mereka, selain mengadakan serah terima mahasiswa baru (maba), Uniska juga mengadakan tes urine yang langsung berada di bawah pengawasan BNN Kota Kediri.

Dari hasil pencatatan BNN, sebanyak 1.768 maba Uniska terdaftar tes urine.   Menurut Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Polisi Amrin Remico, hal ini merupakan salah satu prestasi dari Kota Kediri. Selama ini, di Jawa Timur, masih jarang ada universitas yang mau mengadakan tes urine secara mandiri. Kebanyakan menunggu BNN yang mengadakan, baru tes urine dilaksanakan. “Kalau di Uniska ini berbeda. Justru mereka yang mencari BNN minta diadakan tes urine,” ujar Amrin.

Amrin juga menyampaikan, apa yang dilakukan oleh Uniska ini adalah bukti bahwa masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan sangat peduli akan bahaya narkoba. Dia berharap kegiatan ini bisa menjadi teladan bagi daerah-daerah lain di Jawa Timur, atau bahkan mungkin Indonesia, bahwasannya tak perlu menunggu BNN turun tangan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. “Masyarakat pun bisa. Para tenaga pendidik pun bisa. Bahkan para siswa atau pun mahasiswanya sendiri juga bisa,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan tes urine ini, mahasiswa dibagF-BNN 1i hingga belasan gelombang. Untuk lokasinya, Uniska juga memanfaatkan hampir seluruh gedung yang ada. Tiap lokasi, ada dua anggota BNN dan satu dokter yang melakukan tes. Setelah siswa diminta untuk memasukkan urine-nya ke dalam botol kecil berukuran 50 cc, urine tersebut diambil sekitar 15 tetes untuk dimasukkan ke dalam alat penguji berbentuk persegi. “Kalau memang ada yang terindikasi menggunakan narkoba, nanti muncul tanda berupa garis berwarna merah dan ungu. Kalau muncul di huruf C dan T berarti negatif. Tapi kalau muncul hanya di C, berarti positif,” jelas Kepala BNN Kota Kediri, AKBP Lilik Dewi Indarwati.

Menurut Lilik Dewi, tes urine ini bertujuan untuk pencegahan, sehingga jika ada mahasiswa yang positif akan mendapatkan program rehabilitasi dari BNN Kota Kediri hingga pulih dan tidak menjadi penyalahguna narkoba kembali. Dari hasil pemeriksaan tes urine tersebut, Lilik Dewi bersyukur karena semuanya negatif. Dia mengucapkan terimakasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya pada Uniska atas peran aktifnya dalam upaya P4GN mewujudkan Generasi Emas, Sehat Tanpa Narkoba.

Kegiatan ini juga bersamaan dengan penandatanganan MoU (Memorandum Of Understanding) antara Uniska dengan BNN Kota Kediri, sekaligus launching buku P4GN menurut pandangan agama. Buku ini merupakan hasil kerja bersama tim perumus buku yang terdiri dari semua tokoh agama dan kepercayaan di Kota Kediri. Diharapkan kampanye anti Narkoba melalui jalur spiritual ini menjadi lebih efektif bagi masyarakat, karena disampaikan langsung oleh para tokoh agama. (adv/BNN Kota/della cahaya praditasari)

 

Follow Untuk Berita Up to Date