Tertimpa Dahan Pohon, Terancam Lumpuh

Jombang, Koran Memo – Sunarko masih terkulai lemas di ruang perawatan Asoka Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang. Bujangan berusia 33 tahun ini masih menjalani perawatan intensif setelah peristiwa nahas yang menimpanya pada hari Sabtu (3/10) lalu di sekitar area terminal bus Jombang. Sunarko tertimpa dahan pohon yang bisa dibilan berukuran cukup besar.

Sunarko dirawat di Ruang Asoka RSUD Jombang (agung/memo)
Sunarko dirawat di Ruang Asoka RSUD Jombang (agung/memo)

Terhitung sudah lima hari sejak peristiwa tragis menimpa Sunarko, hingga berita ini diturunkan, Sunarko masih menjalani perawatan dari tim medis RSUD Kabupaten Jombang. Hasil analisa tim medis menunjukkan, Sunarko menderita patah tulang punggung, dan terancam menderita lumpuh.

Pihak keluarga berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jombang, atas kondisi yang dialami korban.“Sejak dibawa ke rumah sakit pada Sabtu lalu, kedua kaki adik saya belum bisa bergerak,” ujar Ismiati (44), kakak kandung korban, Rabu (7/10).

Ismiati menuturkan awal mula peristiwa nahas menimpa adiknya tersebut. Saat itu Sunarko hendak membeli nasi goring di sebuah warung di dalam area terminal Jombang. Ketika Sunarko sedang menunggu antre menunggu giliran untuk dilayani penjual, tiba-tiba dahan pohon besar tidak jauh dari lokasi warung tumbang.

Karena kejadian sangat cepat, korban tidak sempat menyelamatkan diri. Akibatnya, dahan pohon yang tumbang menimpa korban dan mengenai tepat tulang punggung.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera berdatangan. Mereka berusaha mengevakuasi tubuh korban yang tertindih dahan pohon menggunakan peralatan seadanya.

Setelah berhasil divakuasi, Sunarko kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jombang, untuk mendapat perawatan medis. “Pertama kali masuk di IGD, ditolong warga yang berada di sekitar terminal,” kata Ismiati.

Ismiati sangat menyayangkan sikap pemrintah yang terkesan tidak peduli dengan peristiwa yang menimpa adiknya. Sejak adiknya berada di RSUD, hanya ada satu petugas dari Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) yang membesuk.

“Waktu kejadian yang di UGD hanya ada satu petugas DLLAJ kesini saja. Petugas itu hanya menanyakan kabar adik saya, gitu saja,” tambah Ismiati,

Melihat kondisi korban yang parah, pihak keluarga berharap adanya perhatian dan tanggung jawab dari pemerintah setempat. Ini dikarenakan Sunarko yang hanya berprofesi sebagai sopir peternakan ayam,  selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Sunarko kalau lumpuh bagaimana. Padahal dia itu tulang punggung keluarga,” pungkas Ismiati.

Sementara, Kepala Bidang Pertamanan dan Tata Kota Dinas PU Cipta Karya, Miftahul Ulum, terkait peristiwa tumbangnya dahan pohon dan menimpa seorang warga, mengaku pihaknya tidak bisa memastikan dan menjanjikan adanya bantuan terkait pengobatan dan perawatan di rumah sakit. “Kami akan melakukan koordinasi dulu dengan pihak terkait lainnya,” ujar Miftahul Ulum, dikonfirmasi terpisah melalui ponselnya. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date