Ternyata Ini Pemilik Motor yang Tersangkut Kail

Sidoarjo, koranmemo.com – Identitas pemilik motor Yamaha R15 Nopol W 4717 QL yang terkena kail sekelompok anak saat memancing ikan di parit Jalan Kolonel Sugiono Desa Ngingas Kec. Waru, sudah terungkap.

Dia adalah Ahmad Ihwanussabara (32) atau AI, tercatat sebagai warga Dusun Pager Desa Sawotratap Kec. Gedangan, yang sudah meninggal bulan November 2017.

Dari informasi yang dihimpun pihak keluarga almarhum saat masih hidup, meninggalnya AI diduga menjadi korban pengeroyokan dan penculikkan.

Gita keponakan korban juga bercerita, sebelum AI meninggal dunia sempat bercerita kepada keluarganya. Awalnya, saat sepulang kerja pada (30/7/17) lalu, AI dicegat oleh orang tidak dikenal. Kemudian AI dimasukkan ke dalam mobil. Nah, saat di dalam mobil tersebutlah dia dipukul sampai pingsan oleh tiga orang tidak dikenal.

“Salah apa sampai disiksa kayak gitu, wajahnya di rusak, sampai tembus ke lidah. Motor yang ditemukan di saluran itu diduga dikendarai oleh penculiknya,” kata Gita Minggu (26/2/2018).

Gita mengutuk orang yang tega berbuat jahat seperti itu. “Terutama bagian wajahnya. Batang hidungnya sampai tulang rahang bagian bawah. Luka robek di muka dalam, sampai tembus ke lidah,” terangnya.

Gita juga menceritakan, kakaknya ini mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Dan, sempat keluar masuk rumah sakit beberapa kali. Namun, akhirnya nyawanya tak terselamatkan dalam penanganan di RS Dr Soetomo Surabaya.

Gita sendiri adalah anak dari kakak almarhum korban. Dirinya juga bercerita terkait proses pemukulan yang dilakukan pelaku. Dia menyebut jika AI disiksa habis-habisan oleh para pelaku hingga AI pun tak sadarkan diri.

“Dari tidak sadarnya itu, pelaku lalu membuang om di saluran beserta motornya. Pelaku mengira, kalau om saya sudah meninggal, sehingga dibuang di sungai,” imbuh Gita sedih.

Anak dari ibu Nur Romlah (73) ini setelah pingsan dihajar oleh pelaku, kemudian dibuang pada saluran yang berada di selatan jalan raya kolonel Sugiono, Ngingas Waru itu.

Kendati demikian, lanjut Gita, omnya masih sadarkan diri. Lalu, keluar dari parit sembari merayap untuk keluar dari saluran dan minta tolong. “Saat itu, dini hari, ada yang mengantar om sampai di rumah,” ujar Gita.

Sebelumnya, om ketuk-ketuk pintu hingga keras. Saat dibuka sama Nenek saya (Nur Romlah) kagetnya bukan kepalang. Karena lukanya cukup parah, korban akhirnya di bawa ke RS Mitra Keluarga Waru.

Selama dirawat, keluarga menghabiskan biaya banyak. “Sampai menjual rumah yang dikontrakkan,” ujar salah satu pihak keluarga lainnya.

Menurutnya, dari kesembuhan Al, hanya bagian luar tubuh saja. Karena AI kadang merasakan sakit yang mendalam di bagian dadanya.

“Kalau kumat, semasa hidup dulu, korban selalu merasakan sesak di bagian dadanya. Kadang, dadanya dipukuli oleh korban sendiri,” imbuhnya.

Ibu korban, Nur Romlah, juga sempat bermimpi tentang anak laki-lakinya sebelum kejadian yang melukai anaknya tersebut.

Dirinya bermimpi jika suami dan anaknya dikejar oleh orang-orang yang akan beniat jahat kepada keduanya.

Sementara itu, Kapolsek Waru Kompol H. M Fahtoni mengaku sudah mendengar kabar adanya pemilik motor dari media sosial (medsos). Namun, dia tidak bisa memastikan kebenarannya sampai mereka membawa bukti kepemilikan kendaraan. “Kami harus bergerak sesuai dengan fakta,” ujarnya.

Fathoni mengatakan, proses identifikasi motor baru bisa dilaksanakan hari ini. Sebab, alat pelacaknya ada di Samsat Sidoarjo. Nah, tempat pelayanan itu tutup pada akhir pekan. “Semoga yang di media sosial itu memang benar, dengan begitu masalahnya menjadi jelas,” terangnya.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date