Terkait Siswa SD Keracunan Roti, Satreskrim Polres Nganjuk Belum Tetapkan Tersangka

Nganjuk, koranmemo.com – Sampai hari ini, Kamis (11/10), Unit Pidsus Satreskrim Polres Nganjuk masih melakukan penyidikan terkait belasan siswa kelas 5B SDN Ganung 1 Kecamatan/Kabupaten Nganjuk yang mengalami keracunan setelah makan roti, Jumat (5/10) sekitar pukul 11.15 WIB lalu.

“Beberapa saksi dari pihak swalayan sudah kami mintai keterangan. Sampai saat kami belum menetapkan tersangka, karena proses masih berlanjut,” kata Ipda Indra Yudha Pratama S.Tr.K Kanit Pidsus Satreskrim Polres Nganjuk, Kamis (11/10) sekitar 10.15 WIB.

Baca juga : Makan Roti Kadaluwarsa, Begini Nasib Belasan Siswa SD

Sebagai tindak lanjut dari penyelidikan dan penyidikan itu, lanjut Indra, pihaknya mengajak Dinas Kesehatan dan Disperindag Kabupaten Nganjuk menggelar razia di Prima Swalayan Jalan Yos Sudarso Kelurahan Payaman Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.

“Dari razia tadi, tidak ditemukan makanan atau minuman yang sudah kadaluwarsa. Meski begitu kita selalu melakukan pemantauan,” tegas Indra.

Dijelaskan, menjual barang yang sudah kadaluwarsa jelas melanggar undang-undang perlindungan konsumen. Jika makanan maupun minuman yang sudah kasaluwarsa itu sampai dikonsumsi, efeknya mual-mual, muntah, bahkan kejang-kejang hingga meninggal dunia.

Baca juga : Terkait 12 Siswa Keracunan Roti, Polisi Akan Panggil Pihak Swalayan

“Kami himbau kepada masyarakat jika membeli makanan maupun minuman agar diteliti kemasannya, dilihat tanggal kadaluwarnya. Bila perlu tanyakan penjualnya,” pesannya.

Diketahui, sedikitnya 12 anak siswa kelas 5B SDN Ganung 1 Kecamatan/Kabupaten Nganjuk mengalami keracunan dan dilarikan ke Puskesmas Nganjuk untuk mendapatkan perawatan intensif, Jumat (5/10) sekitar pukul 11.15 WIB. Ini setelah mereka mengkonsumsi roti tar yang dibeli dari sebuah toko swalayan.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date