Terkait Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen, ini Kata Anggota Dewan

Nganjuk, koranmemo.com – Mencuatnya pemberitaan di sejumlah media massa terkait dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh Su (39) salah seorang kepala desa (Kades) di wilayah Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, ditanggapi serius oleh Sunaryo, SH. MH, Sekretaris Komisi IV DPRD Nganjuk.

Diketahui, dugaan pemalsuan dokumen kependudukan yang dilakukan Kades Su tersebut lantaran untuk mempersunting DA, perawan asal salah satu desa di wilayah Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk pada bulan Maret 2018 lalu.

“Munculnya pemberitaan di media massa itu bisa dijadikan petunjuk untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Terlepas pihak yang merasa dirugikan melapor atau tidak, karena ini mengarah pidana murni,” ungkapnya kepada koranmemo.com, Rabu (26/12).

Sebagai wakil rakyat, lanjut politisi PDI Perjuangan ini, dirinya akan senantiasa membela warga Nganjuk. Apalagi ini terkait pernikahan yang sangat sakral dan tidak boleh dibuat main-main. “Harus ditindak demi penegakan hukum,” tegasnya.

Menurutnya, jika kasus tersebut telah dilaporkan dan disertai dengan barang bukti, maka tugas pihak yang menerima laporan itu untuk melakukan penyelidikan. “Tujuannya untuk menimbulkan efek jera,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pemalsuan dokumen kependudukan ini ditemukan oleh Agus Musonip, tokoh masyarakat Nganjuk. Meski berhasil mempersunting pujaan hatinya, kata Musonip, namun perkawinan tersebut menyisakan masalah.

Pasalnya, Kades Su diduga telah memalsukan dokumen kependudukan.

“Ya dugaan pemalsuan dukumen itu yang akan kami laporkan ke Polres Nganjuk dengan tembusan ke Ditreskrim Polda Jatim dan Kabid Propam Polda Jatim,” katanya.

Menurut Musonip, kejanggalan dokumen itu ditengarai munculnya surat persyaratan nikah atau surat keterangan untuk nikah No.474.2/15/418.99.02/2018, yang ditandatangani oleh Kepala Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri tanggal 19 Maret 2018.

Di dalam surat keterangan untuk nikah itu, lanjut Musonip, Kades Su juga melengkapinya dengan fotokopi KTP yang diduga dipalsukan, yakni dengan nomor induk kependudukan (NIK) 350620081189002. “Alamat di KTP yang diduga palsu itu, Jalan Raya Kaliboto Kecamatan Tarokan, status belum kawin dan pekerjaan karyawan swasta,” bebernya.

Padahal sejatinya, kata Musonip, Kades Su sudah mempunyai istri dan dikaruniai dua orang anak. “KTP aslinya tempat tanggal lahir Kediri, 08-11-1979, namun saat menikah berubah menjadi Kediri, 08-11-1989,” paparnya.

Selain itu, Kades Su saat mengajukan surat keterangan untuk nikah juga melengkapi dengan fotokopi kartu keluarga (KK) No. 350620070111128, yang diduga palsu. “Selanjutnya Kades Su resmi menikahi DA,” tukasnya.

Sementara itu, Kades Su saat diminta tanggapannya lewat nomor WhatsApp-nya, Rabu 12 Desember 2018, terkait pemberitaan di sejumlah media massa tentang dirinya, hanya menanggapi dengan santai.

Sang kades membalas pesan dengan stiker jempol tangan tiga. Ketika ditanya tentang kebenaran berita dugaan pemalsuan dokumen untuk persyaratan nikah, Kades Su menjawab, “Sebagian benar”

Dia justru menerima atas pemberitaan yang beredar, agar lebih terkenal. “Injih ga apa biar lbh terkenal. Siapp…, diambil hikmahnya sj,” balas Kades Su lewat aplikasi WhatsApp-nya.

Sedangkan Komarudin Kepala KUA Rejoso saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan persyaratan nikah palsu yang dilakukan oleh salah seorang kades di Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri yang menikah di wilayahnya, mengaku akan mencari datanya terlebih dahulu.

“Kalau benar-benar dilaporkan ke polisi, dan setelah melakukan penyelidikan diketahui bahwa dokumen itu palsu, maka surat nikah yang sudah keluar itu akan kami batalkan,” jelasnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date