Terjerat OTT, PNS Dinas PM dan Pelayanan Terpadu Satu Atap Jadi Tersangka

Sidoarjo, koranmemo.com – AA (55), PNS staf di kantor Sekretariat Dinas Penanaman Modal ‎(PM) dan Pelayanan Terpadu Satu Atap Kab. Sidoarjo warga Desa Kupang Kec. Jabon yang kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) Tim Saber Pungli Satreskrim Polresta Sidoarjo, Jumat (12/5), statusnya ditetapkan sebagai tersangka.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Haris menerangkan, penetapan tersangka ini karena diduga kuat memanfaatkan jabatan seperti makelar izin.
Pasalnya, lanjut Kasat Reskrim, dari barang bukti yang disita, terdapat banyak dokumen milik perusahaan atau usaha milik orang lain yang sepertinya akan diuruskan ijin-ijinnya. Mulai ijin SIUP, HO, IMB, Limbah B3, Ijin Prinsip dan masih banyak lainnya.
Dikatakan, ada usaha perusahaan rokok tembakau, ruko dan sebagainya. Selain dokumen, tim juga menyita sejumlah uang tunai dalam amplop-amplop dari beberapa pemilik usaha yang jumlahnya sekitar Rp 8,6 juta.
Dikatakan, sesuai dengan petikan Gubernur Jatim tentang pengangkatan PNS dan Keputusan Bupati Sidoarjo tentang kenaikan pangkat, AA PNS yang juga menadatangani 2 pakta integritas.
“Seorang pejabat tidak boleh menerima sesuatu hadiah atas jabatannya. Apalagi dalam pengurusan sesuatu ijin, memasang atau meminta tarif sendiri dan merugikan orang lain,” katanya Sabtu (13/05).
Dalam kasus ini AA akan dijerat dengan Pasal 11 UURI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UURI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang berbunyi, pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji itu diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya, atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan jabatannya.  “Pelaku terancam hukuman minimal 1 tahun dan paling maksimal 5 tahun,” tegasnya.
Reporter: Yudhi Ardian
Editor: Achmad Saichu
Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.