Terjangkit  Hepatitis A, Puluhan Orang Dirawat

Trenggalek, koranmemo.com – Masyarakat diminta lebih meningkatkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kebersihan perseorangan ini sebagai upaya pencegahan dini menyusul kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A di Kabupaten Pacitan. Pasalnya penyakit yang mudah menular itu juga ditemukan di Kabupaten Trenggalek. Terangkum sebanyak 124 orang terjangkit hepatitis A sepanjang Januari hingga Juni 2019.

Data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Trenggalek, hingga saat ini terdapat 11 warga masih menjalani perawatan intensif. Belasan warga itu tersebar dari berbagai kecamatan di Kabupaten Trenggalek. “Itu data per hari ini, kalau yang lainnya (data komulatif,red) alhamdulillah sudah sembuh,” kata Kadinkes, Sugito Teguh, Jumat (28/6).

Penyakit hepatitis A belakangan menyita perhatian pasca penetapan KLB di Kabupaten Pacitan yang jumlahnya mencapai ratusan. Untuk mengantisipasi merambahnya hepatitis A, pola PHBS menjadi upaya pencegahan solutif. “Misalnya dengan cuci tangan menggunakan sabun, minum air yang direbus dan lain sebagainya, banyak hal yang bisa dilakukan dengan PHBS. Utamanya adalah menjaga kebersihan perseorangan,” ujarnya.

Selain PHBS, untuk memutus rantai persebaran hepatitis A Pemkab Trenggalek telah melakukan penyuluhan hingga kaporisasi ke rumah warga. Intensitas upaya pencegahan itu dilakukan karena hepatitis A mudah menular, utama kontak melalui makanan dan minuman. “Setelah sembuh dia masih bisa menularkan ke tetangga dan keluarganya selama kurang lebih dua minggu. Setelah itu tidak menularkan lagi, jadi itu yang harus berhati-hati,” imbuhnya.

Pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan untuk memastikan penderita hepatitis A sembuh total. Sebab, hingga saat ini sebanyak 11 warga masih menjalani perawatan di enam puskesmas dari 22 puskesmas yang ada di 14 kecamatan. “Berdasarkan puskesmas merawat bukan asal pdrt diantaranya adalah Pandean 3, Dongko, Bodag 1, Pule 1 (asal Ponorogo, red), Panggul 2,dan Pogalan 1,” jelasnya.

Sementara berdasarkan data komulatif sepanjang Januari hingga Juni 2019, puskesmas yang merawat bukan asal pasien sebanyak tujuh puskesmas. Rinciannya adalah Puskesmas Panggul 39 orang, Bodag 5 orang, Dongko 25 orang, Pandean 35 orang, Pule 5 orang dan Pogalan 1 orang. ” Kalau Munjungan tidak ada, tapi ada 14 orang semua di rawat di Puskesmas Panggul,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date