Terhempas Saat Tebar Jala Ikan, Petani Tewas

Trenggalek, koranmemo.comTerhempas saat menebar jala ikan, Ukir (68) warga RT 10/RW 04 Dusun Branjang Desa Bogoran Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek tewas tenggelam. Petani pekebun itu tewas tenggelam di aliran Sungai Kedung Gayam, tak jauh dari rumahnya. Korban tewas setelah jala yang digunakan untuk mencari ikan diduga tersangkut di dasar sungai.

Kejadian nahas itu menimpa Ukir saat mencari ikan di sungai yang terletak di RT 32/RW 06, bersama dua temannya, Sukimin (60) dan Sukari (59), Minggu (12/8). Keduanya menuju lokasi untuk mencari ikan sekitar pukul 13.00 WIB. Setiba di lokasi, Ukir langsung menebar jala ke sungai. Namun sayang, saat menebar jala dia justru ikut terhempas dan tercebur sungai sedalam 2,5 meter.Mengetahui Ukir tercebur ke sungai, dua temannya itu segera menghampirinya untuk memberikan pertolongan. Namun lantaran arus yang cukup deras dan sungai yang dalam, korban dengan mudah ikut tenggelam. Dalam hitungan detik korban terbawa arus sungai dan tak muncul ke permukaan.

“Jadi saat korban melempar jala ke sungai, dia ikut terbawa ke depan sehingga tercebur ke sungai. Sebab tali ujung jala diikatkan di tangan kanan korban. Korban diduga ikut terhempas saat  menebar jala di Sungai Kedung Gayam,” jelas Kasubbag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi saat dikonfirmasi.

Arus yang cukup deras dan dalamnya sungai dengan panjang sekitar 25 meter dan lebar sekitar 25 meter,membuat kedua temannya itu kewalahan. Akhirnya pertolongan yang dilakukan mereka membuahkan hasil. Namun sayang, nyawa korban tak terselamatkan. Saat ditemukan kedua rekannya, korban sudah tewas akibat tenggelam.

“Mengetahui korban tercebur, mereka spontan mengambil bambu sepanjang 5 meter yang ada d isekitar lokasi dan memasukkannya ke dalam air. Selang beberapa saat, saksi merasa ada benda yang menyangkut di bambu. Setelah diangkat, benda yang tersangkut itu adalah jala milik korban,” imbuhnya.

Kemudian keduanya segera menarik jala tersebut ke permukaan. Saat menarik jala itu, keduanya mendapati Ukir sudah terbujur kaku akibat tenggelam. Kemudian kejadian itu diadukan pada Ihsanudin (41) kepala desa setempat dan kejadian itu dilaporkan ke Mapolsek Kampak. Warga yang mendengar kejadian itu segera mendatangi lokasi untuk melihat proses evakuasi.

“Setelah dibawa ke tepi sungai, diketahui korban sudah tidak bernyawa. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Pihak keluarga membuat pernyataan dan menolak untuk dilakukan autopsi sehingga jenazah korban kami serahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date