Terekam CCTV,  2 Pedagang Sayur Dijebloskan Sel

Blitar, koranmemo.com – Dua pedagang sayur asal Malang bernama Gangsar Ikhsan (49) dan Nurid (48) ini kompak melakukan aksi pencurian dua gulung talang seng di toko bangunan Rizki Abadi 3, milik Saiful Mujab (47), di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Akibat perbuatannya, keduanya dijebloskan ke sel Mapolres Blitar Kota.

“Kedua pelaku kami tangkap dan menyita mobil pikap serta gulungan talang seng hasil curian,” kata Wakapolres Blitar Kota, Kompol Widarmanto, Jumat (10/08).

Berawal saat keduanya beraksi melakukan pencurian di toko bangunan Rizki Abadi 3, terjadi Senin pekan lalu. Keduanya baru pulang mengirim sayur di wilayah Tulungagung. Tiap hari, Gangsar dan Nurid berjualan sayur.

Mereka membeli sayur di Malang untuk dijual kembali di Tulungagung.

“Mereka mengangkut sayur dari Malang ke Tulungagung menggunakan mobil pikap sewaan. Saat kembali ke Malang, mobil pikap dalam kondisi kosong tanpa muatan. Dari situ muncul ide untuk mengisi mobil pikap dengan muatan barang curian,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah empat kali mencuri di wilayah Blitar. Semua sasarannya toko bangunan dan lokasinya beda-beda. Modusnya sama, sepulang dari mengirim sayur di Tulungagung, mereka cari sasaran toko bangunan.

Ditambahkan Widarmanto penangkapan pelaku berdasarkan rekaman kamera CCTV yang ada di toko bangunan Rizki Abadi 3. Dari rekaman CCTV, polisi mengenali ciri-ciri pelaku dan pelat nomor mobil pikap yang digunakan pelaku.  “Dari rekaman CCTV itu, anggota melacak keberadaan pelaku. Ternyata keduanya warga Kabupaten Malang,” katanya.

Salah satu pelaku, Nurid mengatakan aksi pencurian dilakukan pada siang hari. Saat beraksi, toko bangunan dalam kondisi buka. Tetapi, penunggu toko berada di belakang.

“Saya memang cari toko bangunan yang sepi. Saya yang mengangkat talang seng, sedangkan teman saya yang menunggu di mobil. Teman saya yang mengemudikan mobil,” katanya.

Dirinya mengaku sudah empat kali mencuri di toko bangunan di wilayah Blitar. Semua aksinya dilakukan bersama Gangsar. Sebab, tiap hari, dirinya dan Gangsar mengirim sayur dari Malang ke Tulungagung. “Uangnya buat tambahan bayar sewa mobil. Sewa mobilnya Rp 160.000 per hari,” ujarnya.

Reporter: Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date