Terduga Teroris JP Tinggal di Kabupaten Madiun Sejak 2008

Madiun, koranmemo.com- Terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri berinisial JP,   tinggal di wilayah Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun sejak 2008.

Informasi dihimpun, selama itu pula, bapak tujuh anak asal Semarang Jateng itu sudah tiga kali pindah kontrakan rumah.

Sekitar tahun 2008, JP kontrak di rumah warga di Jl. Anggrek Rt. 19 Rw. 05 Kelurahan Bangunsari Kecamatan Mejayan.

Kemudian sekitar Oktober 2017, JP pindah dan menyewa rumah di Jl. Kenanga Rt. 16 Rw. 05 Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan.
Belum ada satu tahun, sekitar pertengahan 2018, JP pindah kontrakan lagi.

Terakhir diketahui kontrak rumah di Jl. Bromo Kelurahan/Kecamatan Mejayan. Hingga akhirnya, Selasa (14/5) pukul 08.30 WIB, JP diduga jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) diringkus Tim Densus 88 AT Mabes Polri di tempat kerjanya kios kacamata di pasar sayur, Jalan Anggrek, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Mejayan, Titik Handayani. “Dia (JP,red) tinggal di rumah kontraknya tersebut baru sekitar delapan bulan, yang sebelumnya JP mengontrak di Jalan Anggrek 12 Kelurahan Bangunsari sekitar sembilan tahun,” katanya, Rabu (15/5).

JP bersama istri NF diketahui memiliki tujuh orang anak, empat tinggal bersamanya dan tiga lainnya berada di salah satu pondok pesantren di Ngawi.
Dalam penggeledahan di rumah kontrakan JP oleh Tim Densus, disaksikan oleh Kepala Desa dan perangkat desa. “Saat Tim Densus datang menggeledah rumah JS hanya ada istrinya, anak-anaknya sedang dimasjid,” ujarnya.

Penggeledahan yang dilakukan selama kurang lebih 15 menit tersebut, diamankan tujuh handphone milik JS, tiga flashdisk dan juga satu laptop.“Waktu saya datang barang sudah di kasur, hp ada di dalam box kemudian dibawa densus, HP istrinya tidak disita ketika saya tanya jawabnya tidak agar bisa menghubungi keluarganya,” kata Titik.

Selain itu, pada saat diamankan Tim Densus, JP menitip pesan kepada tim Densus agar disampaikan kepada istrinya, jika dia sudah tahu posisinya dan situasinya, maka dia harus menerima segala konsekuensi terhadap langkah yang telah diambil oleh JP.

JP juga berpesan agar istrinya mengabari semua keluarga yang berada di Semarang, tentang putra-putrinya jika akan disekolahkan di Semarang ataupun di Caruban itu terserah kepada sang istri.

Usai menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Detasemen C Jl. Yosa Sudarso Kota Madiun, Rabu (15/5) sekitar pukul 11.15 WIB, JP dibawa Tim Densus 88 menuju ke Semarang untuk pengembangan dengan pengawalan ketat.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date