Terdakwa Korupsi Jembatan Brawijaya Dituntut 4 Tahun hingga 8 Tahun

Sidoarjo, koranmemo.com – Kasenan, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kediri dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kota Kediri delapan tahun penjara dan membayar denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Selain itu, terdakwa diharuskan membayar kerugian negara senilai Rp 466 juta.

Hal tersebut diungkapkan Ketua JPU Abdul Rasyid saat dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo dalam agenda lanjutan perkara tindak pidana korupsi mega proyek jembatan Brawijaya Kota Kediri, Jum’at, (13/4/2018)

“Apabila tidak sanggup membayar maka harta bendanya akan disita. Jika masih tidak mencukupi maka akan diganti dengan pidana kurungan selama dua tahun lima bulan,” ucap Abdul Rasyid saat membacakan surat tuntutan.

Sidang yang diketuai majelis hakim I Wayan Sosiawan juga mengagendakan pembacaan tuntutan terhadap dua terdakwa lain yakni, mantan Kepala Bidang Permukiman Dinas PU, Wijanto dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Nur Iman Satryo Widodo.

Mereka dituntut empat tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

“Salah satu yang meringankan tuntutan kedua terdakwa ini karena siap menjadi justice collaborator,” tambah Abdul Rasyid.

Terkait tuntutan tersebut, kuasa hukum dari terdakwa Kasenan, Setyo Eko Cahyono menganggap terlalu berat.

Lebih jauh Eko mengungkapkan, berdasarkan fakta di persidangan tidak ada keterangan saksi yang memberatkan kliennya.

“Fakta persidangan mengarahnya ke mantan wali kota. Kasenan hanya atas perintah saja. Kerugian negara kan diketahui saat perencanaan, kalau saat perencanaan sudah di luar Kasenan, dia malah tahunya setelah diperiksa penyidik,” tungkasnya.

Selain itu, lanjut Eko, kliennya sebagai kepala dinas hanya menjalankan perintah dari mantan Wali Kota Kediri, Samsul Ashar. Sementara yang melaksanakan pengadaan barang dan jasa adalah PPK.

Dari pembacaan surat tuntutan tersebut, masing-masing Penasehat Hukum dari masing-masing terdakwa akan mengajukan pledoi pada sidang pekan depan.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu