Terbitkan Akta: Bayi Dalam Kardus Diserahkan PSAB Sidoarjo, Namanya Penuh Makna

Trenggalek, koranmemo.com – Haydar Ali Sanika Putra, demikian nama yang disematkan oleh Wakil Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin beserta Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S kepada bayi malang yang dibuang oleh kedua orang tuanya di areal persawahan Jalan Baru Dusun Payaman Desa/Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek, Jumat (18/1).

Setelah menjalani perawatan hampir 25 hari di Rumah Sakit Dokter Soedomo Kabupaten Trenggalek, bayi berjenis kelamin laki-laki ini kini akan menempati rumah barunya di UPT Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo, sembari menunggu proses adopsi. Setidaknya sebanyak 17 calon orang tua telah mengantre untuk mengadopsi bayi dengan berat 2 kilogram dan panjang 50 centimeter.

“Kondisi kesehatan sudah membaik, sudah bagus, makanya rumah sakit berani melepas untuk dirawat di Dinas Perlindungan Anak dan Rehabilitasi Provinsi. Berat bayi turun, karena dengan alat bantu pernapasan bayi puasa,” kata Sudjiono, Kasi Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Dokter Soedomo, Selasa (12/2).

Sebelumnya, pada saat ditemukan, berat bayi hanya 2,3 kilogram (kg) dan dalam kondisi memprihatinkan karena diletakkan dalam kardus sehingga saat ditemukan kondisi bayi dalam keadaan kedinginan. Diduga bayi dibuang oleh orang tuanya sebelum matahari terbit. Bayi itu ditemukan oleh petani cabai di sekitar lokasi.

Kesehatan bayi mulai membaik setelah menjalani perawatan di Puskesmas Durenan sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Dokter Soedomo Kabupaten Trenggalek. Hingga saat ini, keberadaan orang tua bayi belum ditemukan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk menguak dibalik motif bayi tak berdosa yang diduga dibuang orang tuanya. “Tadi jam 10.00 WIB dari pihak rumah sakit, sudah menyerahkan disaksikan oleh Pak Kapolres,” pungkasnya.

Ratna Sulistyowati, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Trenggalek mengatakan, telah menerbitkan akta kelahiran dengan nama Haydar Ali Sanika Putra. Nama yang disematkan Kapolres Trenggalek dan Wakil Bupati Trenggalek merupakan wujud harapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek.

“Haydar pemberani. Sanika nama angkatan Akpol Pak Kapolres. Pak Kapolres berharap jika suatu saat anak itu pengen jadi polisi, yang mengetes ini tahu bahwa ini salah satu keluarga dari angkatan Pak Kapolres. Sekarang sudah ada 17 nama calon pengadopsi bayi yang sudah mengantre,” kata Ratna sembari menyebutkan ambil alih asuh itu langsung dihadiri Kepala PSAB, Dwi Antini beserta Forkopimda Trenggalek.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date