Teperdaya Penjual Bakso, Siswi SMA Rela Disetubuhi Hingga Hamil

Trenggalek, koranmemo.comTeperdaya buaian pernikahan, Bunga (17), siswi kelas XI tingkat SMA di Kabupaten Trenggalek harus rela di- drop out (DO). Sebab ia diketahui tengah mengandung janin hasil ‘cinta sesaat’ dengan CA (19) yang tak lain adalah kekasihnya. Rupanya bualan pria yang kesehariannya bekerja sebagai penjual bakso ini mampu meluluhkan Bunga sehingga ia rela disetubuhi berulang kali hingga hamil.

Berdasarkan pengakuan CA, persetubuhan itu dilandasi rasa saling suka. Ia mengaku telah melakukan hubungan layaknya suami istri bersama Bunga sebanyak tiga kali di rumah CA saat dalam kondisi sepi. Ia sengaja tidak berjualan tiap kali ingin melampiaskan syahwatnya bersama pelajar yang baru dikenalnya pada Juni 2018 silam.

“Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus, November dan terakhir dilakukan Desember 2018,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S dalam konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Jumat (10/5).

Sebelumnya mereka saling mengenal saat bertemu di sebuah warung di wilayah Pantai Konang, Juni 2018. Kemudian keduanya saling bertukar nomor handphone dan memutuskan untuk merajut kasih setelah mengenal satu dengan lainnya. Rupanya kedekatan itulah yang dimanfaatkan CA untuk melampiaskan hasratnya. Tiga bulan mengenal, CA mengajak Bunga untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Sebelum menyetubuhi korban yang masih di bawah umur, pelaku membujuk rayu korban dengan janji untuk dinikahi, hingga akhirnya persetubuhan tersebut terjadi berulang kali,” imbuhnya.

Setiap kali mengajak melakukan hubungan layaknya suami istri CA selalu meyakinkan Bunga untuk bertanggung jawab. Namun apa yang CA janjikan hanya bualan belaka. Pasca Bunga hamil, CA justru menghindar dan tidak menunjukkan itikad baik. Orang tua Bunga memilih menempuh jalur hukum pasca mengetahui anaknya hamil sesuai diperiksakan ke bidan. Sebab orang tua Bunga curiga dengan perubahan fisik putrinya.

“Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan akhirnya pada Rabu (8/5) sekitar pukul 11.00 WIB kami amankan pelaku beserta barang bukti,” kata Kapolres Trenggalek. Pelaku diamankan di wilayah Kabupaten Pacitan saat berjualan bakso.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan pasal 81 ayat 2 UURI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UURI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Ia menghimbau kepada orang tua untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap buah hatinya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date