Tenggak Miras di GOR Joyoboyo, Dua Pelajar SMK di Malang Diamankan

Kediri, koranmemo.com Dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), terjaring petugas Satpol PP Kota Kediri, Sabtu (4/5) sekitar pukul 02.00 WIB. Pasalnya, mereka diketahui sedang nenggak (mengkonsumsi, red)  minuman keras (miras) merek kuntul di sekitar area GOR Jayabaya, Kota Kediri.

Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri. Nur Khamid menjelaskan, kedua pelajar tersebut mendapat pembinaan dari petugas di kantor Satpol PP, karena nekat mengkonsumsi miras. “Mereka masih pelajar, usia mereka juga masih di bawah umur,” jelasnya, saat dikonfirmasi Koranmemo.com.

Kedua pelajar yang diamankan petugas Satpol PP berinisial MF (17) dan OBP (17), yang mengaku tinggal di salah satu perumahan di Kelurahan Bence Kecamatan Kediri Kota, Kota Kediri. Mereka masih tercatat sebagai pelajar aktif di salah satu SMK di Malang.

Meskipun petugas sudah melakukan pembinaan serta proses serah terima kepada pihak keluarga dan mengamankan satu botol miras merek kuntul, namun  pada hari Senin (6/5), orang tua dari masing-masing pelajar tersebut diminta untuk datang ke kantor Satpol PP.

“Ini dilakukan untuk berkoordinasi dengan pihak orang tua, mereka masih pelajar. Jangan sampai, karena salah pergaulan, mereka putus sekolah atau justru terseret kegiatan yang negatif,” paparnya.

Petugas Satpol PP Kota Kediri terus melakukan patroli rutin ke tempat-tempat yang diduga disalahgunakan, dengan melakukan kegiatan yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwal) Kediri. Patroli tersebut juga sebagai kegiatan rutin menjelang bulan Ramadan.

Menurut Nur Khamid, menjelang bulan suci Ramadan, jika tidak ada perubahan Perwal Kota Kediri, petugas tetap mengacu pada Perwal Nomor 14 Tahun 2017, yang merupakan perubahan ke IV dari Perwal Nomor 28 tahun 2012, Tentang Penertiban Kegiatan pada bulan Suci Ramadan.

Tidak hanya menyasar para pengusaha, pengelola, pedagang, pemilik restoran, rumah makan, bar/rumah minum, kafe, kantin, warung, dan pusat penjualan makanan dan minuman yang beroperasi di siang hari. Namun, untuk menjaga ketentraman dan ketertiban umum (trantibum), serta menjaga sikap toleransi seperti yang dimaksud dalam Perwal.

“Seperti yang kita ketahui, beberapa usaha seperti panti pijat, tempat karaoke, ataupun tempat hiburan malam juga akan dilakukan pengawasan. Selain itu, jika ada kegiatan yang dinilai dapat berpotensi mengganggu trantibum, akan dilakukan teguran maupun pembinaan, bahkan diberikan sanksi sesuai Perwal,” tuturnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date